SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Padatnya arus lalu-lintas (Lalin) di jalur Bojonegoro-Padangan tepatnya di pertigaan Tobo, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa-Timur membuat pengojek yang parkir di pertigaan turun tangan. Dia mengatur arus lalin agar tidak terjadi kemacetan dengan suka rela.
Salah satu pengojek yang mengatur Lalin, Wasis, warga Desa Pojok, Kecamatan Purwosari, mengatakan, pekerjaan suka rela ini dilakukan sudah lebih dari dua tahun.
“Lebih dari dua tahun saya lakukan dengan suka rela. Karena, saya terenyuh selain kadang kondisi macet pertigaan Tobo ini juga rawan kejelakaan. Sebab jalur raya Bojonegoro-Padangan dan juga poros Kecamatan Purwosari-Ngambon, dan Purwosari – Tambakrejo,” kata Wasis kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (24/2/2015).
Dia jelaskan, kejadian macet terjadi disaat pagi dan siang hari disaat anak sekolah dan tenaga kerja migas berangkat dan pulang. “Kalau ada sopir yang kasihan, dan merasa terbantu juga memberi uang Rp2000 kadang juga tidak sama sekali. Tetapi, saya iklas melakukannya,” jelasnya.
“Kalau kondisi macet utamanya pagi saat anak sekolah berangkat dan pulang dia ini rela meninggalkan untuk tidak mengangkut ojekan demi mengatur jalan, Mas. Tapi sayang sampai saat ini dia belum ada yang memperhatikan belas,” katanya.
“Padahal, pertigaan Tobo ini juga sabagai pintu masuk lokasi sumur minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo,” sambung Lani warga Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro yang sering di warung sekitar pertigaan Tobo tersebut. (sam)