Anak-anak di Bawah Umur Blok Cepu Ikut Demo

ikut demo

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Tidak hanya kaum perempuan, aksi warga Dusun Templokorjo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro yang melakukan protes terhadap aktivitas proyek Engineering Procurement and constructions (EPC) 1, sumur Banyuurip, Blok Cepu juga melibatkan anak di bawah umur. Kebanyakan mereka hanya ikut orangtuanya melakukan aksi.

Seperti dialami oleh, Rohi, asal Dusun Templokerjo. Bocah ingusan itu harus rela menahan sengatan panas terik matahari. Sesekali dia ikut bersuara. Mengikuti irama protes dari segerombolan warga yang sedang bernegoisasi dengan operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd  (MCL) dengan kontraktor rekanannya PT Tripatra Engineers and Constructors.

“Kompensasi… kompensasi…,” katanya menirukan teriakan orang-orang di sekelilingnya .

Anak yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar (SD) itu sama sekali tidak tahu persoalan yang menimpa lingkungannya. Dengan leluasa dia lebih terlihat asyik bermain bersama teman sebayanya. Mengitari lingkaran aksi protes warga yang belum kunjung mereda.

“Aku diajak Mak’e ke sini demo minta kompensasi,” kata Rohi, yang masih berumur delapan tahun itu.

Baca Juga :   Lulusan SMK Berpotensi Tambah Pengangguran, Begini Tanggapan Disperinaker Bojonegoro

Menurut pengakuannya, polusi debu yang diduga dari dampak pengurukan proyek EPC 1 memang telah dia rasakan. “Debunya kotor sampai rumah,” ucapnya kepada SuaraBanyuurip.com

Meski demikian, Rohi terpukau melihat luas lokasi proyek energi andalan nasional itu. Terbesit keinginannya untuk dapat terlibat kerja dilokasi proyek seperti yang terjadi di kampung halamannya. Hanya saja, apa yang dicita-citakanya tidak terlalu muluk-muluk.

“Aku ingin jadi sopir truk,” ujar anak dari Ny Marsini itu dengan tampak lugu. (roz/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *