SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kejahatan tempo dulu, Begal, ditengarai kembali marak di wilayah Kabupaten Tuban, Jatim. Sedangkan lokasi yang rawan tindak kriminal disertai kekerasan ini di sejumlah jalan penghubung antarwilayah kecamatan.
Jalan poros kecamatan yang rawan terjadi praktik Begal di antaranya, antara wilayah Kecamatan Semanding dan Kecamatan Grabagan, Kecamatan Jatirogo dan Kecamatan Bancar, dan jalan poros Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Montong. Kawanan ini biasa beroperasi disaat jalanan sepi, tak peduli siang maupun malam.
Informasi yangdihimpun dari warga menyebutkan, salah satu jalan yang dikenal rawan terjadinya praktik kejahatan ini adalah jalan yang menghubungkan, antara Kecamatan Grabagan dengan beberapa desa yang berada di Kecamatan Semanding. Kawasan ini berupa hutan tandus kondisinya sepi.
“Yang banyak di jembatan Tlogonongko,” kata Basri (48), menyebut nama jembatan di jalan tersebut, Jumat (21/9/2012).
Selama ini, warga setempat sering menjumpai orang yang mengaku telah menjadi korban kejahatan di jembatan yang masuk wilayah Dusun Tlogonongko, Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan itu. Barang yang sering dirampas oleh kawanan Begal adalah uang tunai, ponsel, Â dan perhiasan emas.
“Kadang kalau benar-benar sepi bisa sepeda motor pengendara yang diambil,” tambah petani yang menggarap ladang Perhutani di sekitar jalan tersebut.
Sementara itu, warga desa yang berada di lintasan jalan tersebut tidak bisa membantu banyak. Selain karena memang wilayah itu penduduknya jarang, juga kondisi jalan yang berkelok dan sepi menjadikan pelaku kejahatan leluasa melakukan aksinya.
“Mestinya Pak Polisi itu ada yang berjaga di tempat sepi yang sering terjadi Begal, seperti di jembatan itu,†kata sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi jembatan tersebut.
Kondisi rawan kejahatan juga terjadi di wilayah jalan penghubung Kecamatan Jatirogo dan Kecamatan Bancar, dan Kecamatan Singgahan dengan Kecamatan Montong. Dua kawasan ini juga sangat sepi dnegan kondisi bukit dan hamparan ladang, jarak dari permukiman penduduk lumayan jauh. Â
Dikonfirmasi secara terpisah Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Tuban, Kompol Suhartono, belum memberikan jawaban, bahkan hingga lebih dari satu jam saat berita ini ditulis belum juga ada tanggapan. (edp/tbu)