SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Nasib apes menimpa, Matihar (39), warga Dusun Sendang Banyuurip, Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro . Gara-gara menyangka api pembakaran kotoran ternak, warga menyebut Bediang, telah padam, rumahnya ludes dilalap si jago merah, Jumat (21/9/2012).
Akibat kejadian itu, seluruh harta benda dan sebagian hewan ternaknya habis terbakar. Mobil pemadam kebakaran juga tak bisa masuk karena lokasi rumahnya di jalan sempit dan berbatu.
Data yang dihimpun SuaraBanyuurip.com di lapangan menyebut, peristiwa kebakaran diketahui pertama oleh, Jaminah (40), tetangganya. Kala itu dia melihat kandang milik Matihar terbakar, sedangkan penghuninya tak ada di rumah.
” Saya berteriak kebakaran dan warga berkumpul. Kemudian ada yang memberitahu Matihar,†ujarnya gemetar sambil menenangkan diri, di lokasi kejadian.
Tidak lama, warga berbondong-bondong untuk membantu memadamkan api dengan menggunakan ember. Sedangkan 2 unit kendaraan pemadan kebakaran yang dihubungi perangkat desa tidak dapat masuk karena lokasi rumah di gang sempit dan berbatu.
“Saya kira api berasal dari bediang yang sudah dianggap mati, ternyata masih hidup dan membakar kandang  yang terbuat dari papan,” kata Matihar, yang sehari-hari bekerja di tempat penggilingan padi itu.
Dia jelaskan, pagi itu dia berangkat kerja, istrinya ke sawah, dan anak satu-satunya ke sekolah. Sehingga tidak tahu jika api akan melalap habis harta bendanya. Tidak itu saja, 5 ekor kambing, 500 kg  gabah, 20 kg jagung, dan 10 kg pupuk ikut hangus terbakar.
“Ya Allah, itu semua hasil jerih payah saya bersama istri. Tapi semua habis begitu saja sekejap mata,” tambahnya dalam bahasa Jawa.
Dia tambahkan, kerugian yang dialami korban diperkiran mencapai puluhan juta rupiah. Semua berkas-berkas penting seperti sertifikat rumah, Kartu Keluarga dan surat berharga lainnya hangus tanpa sisa.
“Saya tidak tahu setelah ini harus apa. Kasihan istri saya, ini semua tumpuan hidup kami,” ungkapnya sambil menitikkan air mata. (rien/tbu)