SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – PT Tripatra Engineers and Constructors, kontraktor Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu akan menghentikan penyiraman debu dilokasi pengurukan ketika memasuki musim. Alasannya, sumber air disekitar Blok Cepu cukup terbatas.
“Ya tidaklah, masalahnya sumbernya terbatas,”ucap Community Affairs PT.Tripatra Budi Karyawan kepada www.suarabanyuurip.com, Jum’at (21/9/201e).
Dari pantauan, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai ada perubahan. Hujan mulai turun meski belum merata. Termasuk mengguyur sekitar wilayah proyek Banyuurip. Seperti yang tampak di sepanjang jalan pasar Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, hingga Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, kemarin. Sementara dibeberapa tempat hanya tampak mendung.
Meski demikian, Tripatra mengakui adanya perubahan cuaca sekarang ini belum dapat menghilangkan polusi debu.
“Sempat turun hujan tetapi debunya luar biasa lagi,” keluh Budi.
Karena itu, lanjut dia, agar dapat kembali menstabilkan serta demi keberlanjutan proyek ini, pihaknya mengaku akan terus berupaya mengefisiensi pengelolaan air tersebut dengan tidak mengambil dari sumur.
“Kami akan berusaha memaksimalkan air bengawan dan menghindari pemakaian air sumur,” sergah Budi.
Sementara itu, Sutar, salah satu warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, masih belum bisa berkomentar saat ditanya dilanjut atau tidaknya penyiraman debu ketika hujan sudah mulai turun.(Roz/suko).