Kontraktor Lokal Banyuurip Tetap Kompak

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Sejumlah kontraktor lokal menyatakan tetap satu suara untuk mendapat proyek pembongkaran Early Production Facility (EPF) atau Gas Oil Separation Plant (GOSP) Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.

Sekretaris Asosiasi Kontraktor Banyu Urip Blok Bojonegoro (AKBUBB), Suparmo, mengungkapkan, dari hasil pertemuan yang dilakukan dengan PT.Sarana Indo Persada (SIP), pemenang tender proyek pembongkaran EPF, menyepakati soal ‎pembagian proyek serta tenaga kerja (Naker).

“Kita satu suara,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (7/3/2016).

Dia mengungkapkan, untuk masalah sewa peralatan berat diwakili dari Forum Komunikasi Kontraktor Lokal-Bersatu (FKKL-B) yang dalam hal ini diserahkan kepada PT.Pangestuti Ekselent (PE) dikoordinatori oleh Pudjiono, sebagai Ketua FKKL-B. Sedangkan untukNaker, diwakili oleh CV. Prima Abadi (PA) yang dalam hal ini diwakili oleh Kamidin.

“Untuk Naker dari CV.PA,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut dia, desa terdampak di pembongkaran proyek EPF yakni Desa Gayam, Brabowan, Ringintunggal, dan Begadon mendapat prioritas naker. Dalam waktu dekat, proyek pembongkaran EPF membutuhkan Naker helper.

Baca Juga :   Petani Tunggu Proses Ganti Rugi

“Masing – masing desa mendapat jatah 10 Naker, karena desa terdekat dengan lokasi EPF,” tandasnya.

Khusus AKBUBB sendiri, kata dia, sejauh ini pihaknya masih sebatas melakukan pendampingan. Sebab, nantinya akan ada pembicaraan lagi untuk jenis pengerjaan lain.

“Kita tetap satu suara, AKBUBB sekarang sebatas mendampingi,” tuturnya. (Roz).

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *