Tripatra : Kita Belum Pastikan Itu Dump Truck EPC-1

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – PT. Tripatra Engineers & Constructors membenarkan kabar meninggalnya sopir dump truck pengangkut tanah urug akibat kecelakaan di wilayah penambangan pedel di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jatim, Minggu (23/9/2012) sekitar pukul 7.30 wib pagi tadi. Namun, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator Migas Blok Cepu, itu belum bisa memastikan apakah dump truck yang jatuh  ke jurang tersebut merupakan kendaraan pengangkut tanah urug proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip. 

“Ya mas, saya sudah mendengar kabar itu. Tapi belum bisa memastikan apakah itu dump truck untuk proyek EPC 1 Banyuurip atau bukan,” kata Totok Wibowo, Field Services Manager PT. Tripatra Engineers & Constructors via telepon genggamnya kepada www.suarabanyuurip.com, Minggu (23/9).

Menurut dia, belum pastinya dump truck yang kecelakaan itu adalah kendaraan proyek EPC 1 Banyuurip karena dilokasi penambangan tersebut banyak dump truk proyek lain yang tengah mengambil tanah urug.

“Lebih jelasnya sampean tanya ke subkontraktor kami, PP – RMT (Konsorsium Pembangunan  Perumahan – Rajekwesi Mitra Tama),” saran Totok.

Baca Juga :   Jembatan Rusak Parah, Warga Butuh Jembatan Baru Sidodadi - Sidobandung

Dia menegaskan, jika kecalakaan dump truck tersebut tidak ada sangkutpautnya dengan Tripatra. Meskipun kecelakaan dump truck adalah kendaraan proyek EPC- 1 Banyuurip. Alasannya, semua kegiatan pengurukan lahan telah diserahkan sepenuhnya kepada Konsorsium PP – RMT.

“Itu tanggangungjawab PP – RMT. Jadi tidak ada urusannya dengan kami,” tandasnya.

Karena itu pula, tambah Totok, Tripatra tidak akan menerjunkan tim ke lokasi kecelakaan untuk memastikan kecelakaan tersebut. Namun sesuai kabar yag dia terima, dump truck itu belum bermuatan tanah urug. Melaikan baru akan mengambil tanah urug dilokasi penambangan.

“Saya belum tahu pasti. Siapa nama korban, nopol kendaraan dan penyebabnya,” pungkas Totok.

Sementara itu, Direktur Utama PT. RMT, Rachmad Aksan sedang berupaya dihubungi www.suarabanyuurip.com untuk memastikan kecelakaan tersebut. Ketika dihubungi melalui pesan pendek maupun blackberry masanggar (BBM) belum ada jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, dump truck bernopol S 1838 UA yang dikemudikan Hadi, Warga Mojoranu, Kecamatan Dander (bukan warga Ngumpakdalem), terjebur dalam jurang. Hadi meninggal dunia dilokasi kecelakaan. Diduga penyebab kecelakaan itu karena as gardan dump truk putus saat dijalan tanjakan menuju lokasi penambangan di wilayah Rengel, Kabupaten Tuban. (rin/suko)    

Baca Juga :   DAOP IV Segera Launching KA Komuter

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *