DT EPC- 1 Hantam Pot Bunga dan Pengendara Motor

DT sruduk pot bunga

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Diduga mengantuk, Islahudin, sopir dump truck (DT) pengangkut tanah pedel menabrak pot bunga dan tiang lampu taman di bundaran jetak Jalan Diponegoro, Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota Bojonegoro, Senin (24/9/2012) sekitar pukul 16.00 wib. Selain menghantam fasilitas di bundaran adipura, kendaraan bernopol DK 9333 AP yang dikemudikan warga Desa Sembujobudug Sidorejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang itu juga menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh Siti Aisyah (49) asal Desa Mojodeso RT 05 RW 01 Kecamatan Kapas.

Menurut Happy (30), saksi mata, ketika itu dirinya berada persis dibelakang truck. sebelum menabrak pot bunga, truk tersebut sedang berjalan pelan dari arah barat dan akan berbelok menuju arah timur. Namun sebelum belok melewati Bundaran Adipura, tiba-tiba truck nyelonong ke arah selatan menabrak tiang lampu sampai pecah berantakan, pot Bunga dan bangunan bundaran mini hingga hancur juga speda motor yang ada didepannya.

“Saya dibelakang truck itu, tiba-tiba truk menabrak pot sebelah kanan jalan dan menghantam sepeda motor yang tepat berada di depannya,” jelas perempuan berjilbab ini saat berhenti sambil menunggu suaminya menolong korban.

Baca Juga :   Desa Mandiri Banjir Itu Bernama Tambakrejo

Akibat ditabrak DT, korban yang menggunakan speda motor matic itu pun langsung terjatuh dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muna Anggita oleh pengendara yang lewat karena tidak sadarkan diri. Sedangkan Sopir truck masih berada di lokasi kejadian karena merasa shock meskipun kondisi kendaraannya tidak rusak parah.

“Kami baru sampai, trucknya sudah menepi. Ini masih mengumpulkan data di Lapangan jadi nanti saja kalau sudah melakukan pemeriksaan terhadap sopir,” kata petugas Kepolisian yang berada di lokasi kejadian.

Sopir yang terlihat memerah matanya itu mengatakan bahwa trucknya memuat tanah pedel untuk kegiatan proyek  engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu. Islahudin juga mengaku ikut pengirimana tanah urug pada CV Prima Abadi. Namun saat kecelakaan terjadi itu truck tidak bermuatan pedel karena baru saja mengirimnya ke lokasi pengurukan.

“Saya baru beberapa bulan ikut bergabung untuk mensuplai pedel, mbak,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur CV. Prima Abadi Kamidin, ketika dikonfirmasi belum mendapat kabar tersebut. Namun ketika nopol kendaraan disebutkan www.suarabanyuurip.com, ia membenarkan jika DT itu salah satu armada miliknya yang mensuplay tanah urug proyek EPC-1 Banyuurip.

Baca Juga :   Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan

“Saya belum dapat kabar mas. Tapi saya coba cheknya di Satlantas, karena nopol kendaraan itu memang salah satu armada saya,” sambung Kamidin dikonfirmasi via telepon genggam. (rin/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *