Desa Mandiri Banjir Itu Bernama Tambakrejo

mandiri banjir

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tambakrejo, merupakan salah satu desa terdampak banjir Bengawan Solo yang terisolir di wilayah Tuban, Jawa Timur. Namun desa ini tak mau sekadar menggantungkan bantuan. Mereka memilih mendirikan dapur umum sendiri.

Untuk menjangkau Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, pada banjir seperti ini cukup sulit. Untuk sampai di lokasi harus menggunakan perahu tradisional dari Desa Sawahan, dengan jarak tempuh satu jam.

Sehingga bagi siapapun yang akan menyalurkan bantuan ke Tambakrejo dipastikan akan berfikir ulang. Geografis yang tidak menguntungkan inilah yang menjadi desa ini mandiri.

Pemerintah desa pun memilih untuk mendirikan dapur umum sendiri, ketimbang menggantungkan bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab).

Mandirinya desa ini tidak lepas dari peran Kepala Desa (Kades) Tambakrejo, Kasilan. Di tengah bencana banjir yang melanda wilayahnya, pria paruh baya yang memimpin Desa Tambakrejo sejak tahun 2013 itu memutuskan membuat Dapur Umum (DU) untuk mencukupi logistik warganya.

“Kalau hanya mengandalkan bantuan kasihan masyarakat,” ucap Kasilan ketika ditemui suarabanyuurip.com, di kediamannya, Sabtu (3/12/2016).

Selama sepekan terakhir wilayahnya masih juga tergenang banjir. Lebih dari 615 rumah terendam, dan tiga hari terakhir warganya mengaku sudah kesulitan logistik.

Sebagai orang nomor satu di desanya, Kasilan akhirnya membuat DU di rumahnya. Setiap harinya tidak kurang dari 1.500 bungkus nasi dibuatnya, kemudian dibagikan ke seluruh warganya.

Baca Juga :   Mentan Janji Stabilkan Harga Gabah

Bersama belasan ibu-ibu tetangganya, setiap pagi asap tebal mulai membumbung tinggi. Hal itu menunjukkan 2 kwintal beras mulai dimasak. Kepedulian ini sebagai wujud tanggung jawan pimpinan desa, di saat warganya membutuhkan.

“Kalau hanya menunggu bantuan dari Pemda jelas tidak mungkin,” kata pria yang murah senyum itu.

Selama sepekan bantuan baru datang dari Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Tuban. Sebanyak 40 dus mie instan langsung diserahkan kepada setiap Rukun Tetangga (RT) nya. Penyerahan itu tidak lain untuk menghindari protes warganya, sebab jumlah bantuan tidak sebanding dengan warga yang membutuhkan.

Sebagai juragan beras, Kasilan mengaku tidak begitu memikirkan pasokan beras. Cadangan beras miliknya yang merupakan hasil panen tahun lalu, masih mencukupi apabila digunakan untuk ligistik.

Sebaliknya, dirinya lebih susah lagi untuk mendapatkan bumbu masak maupun bahan lauk pauknya. Apabila kehabisan stok bahan, dirinya langsung menuju desa terdekat di Kabupaten Bojonegoro.

“Dari sinilah saya memahami bahwa selama banjir harus mandiri, dan tidak harus bergantung uluran tangan orang lain,” jelasnya.

Kemandirian tersebut dibenarkan oleh Camat Rengel, Mahmud. Pria bertubuh kecil tersebut mengakui apabila Desa Tambakrejo merupakan salah satu desa yang terisolir.

Baca Juga :   Forum Gandong Lakukan Aksi Protes Pencemaran Lingkungan di Bengawan Solo

Selain di Desa Tambakrejo, DU juga telah didirikan Kades Sumberarum, dan Karangtinoto. Dua desa tersebut juga masuk dalam daftar desa yang terendam banjir, sejak meluapnya Bengawan Solo sejak hari Minggu (26/11) kemarin.

“Terbatasnya bantuan mengakibatkan tidak semua warga terdampak mendapatkan bantuan,” sambungnya.

Kemandirian Kades Tambakrejo juga memperoleh apresiasi langsung dari Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad. Dalam kunjungannya hari Jumat (3/12) kemarin, Fadly berinteraksi langsung dengan ibu-ibu yang bertugas memasak dan membungkus nasi.

Tidak segan pula, Fadly juga mencicipi lauk pauk yang telah tersaji. Setelah itu, Kasilan juga menunjukan dapur umumnya yang masih menggunakan kayu bakar. Terbatasnya stok LPG 3 Kg di desanya, membuat warga harus mencari kayu bakar di tengah banjir.

“Setelah melihat kondisi di Desa Tambakrejo, kami akan kirimkan bantuan dalam waktu dekat,” janjinya.

Selain Polres, Muspika Rengel dan Kodim 0811 Tuban sebelumnya juga ke Desa Tambakrejo. Dalam kesempatan tersebut Dandim Letkol Inf, Sarwo Edi memberikan bantuan Sembako langsung kepada warga setempat. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *