Tak Digubris, Mahasiswa Paksa Masuk DPRD

demo

SuaraBanyuurip.com – Ririn W

Bojonegoro – Tidak hanya dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang melakukan aksi unjuk rasa, tapi dalam waktu dan tempat yang bersamaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bojonegoro melakukan tindakan yang sama.

Dari jumlah yang semula 30 orang bertambah hampir 70 orang yang terdiri dari PMII, GMNI dan beberapa petani mendatangi gedung DPRD Bojonegoro. Mereka menyampaikan aspirasi terkait Hari Tani yang jatuh pada Senin 24 September 2012 ini.

“Kami meminta kepada Pemerintah dan Anggota Dewan untuk meregulasi harga pokok hasil pertanian,dan mengoptimalkan koperasi sebagai salah satu pasar atau pengontrol harga pertanian,” tegas Ketua GMNI, Abdul Rokhim.

Hanya nampak tiga orang dari  Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro yang membidangi Pertanian menemui demonstran yang terlihat memaksa masuk ke dalam kantor DPRD. Hal ini membuat para demosntran semakin merapatkan barisan yang dijaga ketat pihak Kepolisian.

“Jangan diam saja wahai anggota Dewan, jangan bersembunyi di dalam. Temui kami dan pertanggungjawabkan penderitaan para petani,” teriak para demonstran yang kebanyakan dari mahasiswa ini.

Baca Juga :   Polisi Tangkap 2 Pengedar Upal

Tidak lama kemudian, Wakil Ketua DPRD, Syukur Priyanto, didampingi mengijinkan para demostran memasuki ruang paripurna untuk melakukaan negosiasi kepada demonstran. “Akan ada penyiapan lahan untuk mengatasi pertanian tahun depan dengan pembangunan waduk dan bendungan,” tukasnya menenangkan demonstran. (rien/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *