SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Untuk mengantisipasi bencana yang terjadi akibat kebocoran gas atau bahaya dari proyek migas di Sumur Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) memfasilitasi Tim Penanggulangan Keadaan Darurat dan Bahaya (PKDB)Â Bojonegoro melakukan simulasi bencana, Selasa 25/09/2012.
Dalam simulasi ini, sebanyak 700 personil diterjunkan. Mereka terdiri dari Kodim 0813 dan Polres Bojonegoro dibantu semua instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Satpol PP dan masyarakat sekitar untuk ikut langsung dalam PKDB tersebut.
Ketua PKDB yang juga Komandan Kodim, Letkol Inf Parwito menjelaskan, latihan ini bertujuan untuk mengantisipasi apabila terjadi bahaya kebocoran di Pad A dan Pad B Sumur Sukowati serta melakukan simulasi evakuasi masyarakat yang berada di ring 1 seperti Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Desa Ngampel dan Sambiroto, Kecamatan Kapas.
“Sengaja kami mengikutsertakan masyarakat agar mereka memahami bagaimana tanggap bencana jika terjadi nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, mekanisme bahaya kebocoran gas diawali dengan pengecekan terlebih dulu untuk memastikan apakah ada konsentrasi tinggi yang membahayakan. Jika itu terjadi maka alarm akan berbunyi atau bendera dinaikkan.
“Nah, disini masyarakat akan mengerti bagaimana mengevakuasi diri sendiri bahkan keluarga, tentu saja dibantu dari Tim PKDB,” papar Parwito.
Ditambahkan, bahwa tim PKDB tidak hanya menangani bencana dari industri saja akan tetapi juga dari alam seperti bencana banjir, angin puting beliung atau human eror seperti kebakaran.
Terpisah, Field Admint Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji mengatakan sekarang ini kegiatan yang berlangsung adalah pelaksanaan driil dan safety. Yaitu dengan melaksanaakan keadaan darurat disekitar wilayah kerja termasuk melibatkan masyarakat untuk mengantisipasi bahaya seperti kebocoran pipa, gas yang terpapar ke udara dan menghampar ke masyarakat.
“Awalnya dari JOB PPEJ menangani sendiri, tapi menjadi meluas dan tidak terselesaikan. Maka dari itu, kami minta tim PKDB daerah lakukan simulasi untuk evakuasi ini,” tukasnya.
Dijelaskan, masyarakat dilatih agar memiliki kewaspadaan tinggi terhadap bahaya yang timbul karena berhubunganan dekat dengan kegiatan yang dilakukan JOB PPEJ. Diharapkan, dengan adanya latihan ini mereka akan peka dan care terhadap bencana yang lain. Mulai dari bagamana menanggapi bencana itu dengan tenang dan tidak panik serta senantiasa waspada terhadap kemungkinan bencana di sekitar. (rin/suko)