Warga Blok Cepu Keluhkan Air Sumur Berbau Solar

air sumur berbau solar

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Belum diketahui penyebabnya, sumur sedalam 8 meter milik Yoto, warga RT/RW 05/02 Desa Berabowan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, airnya berbau solar. Namun fenomena alam itu terjadi setelah aktifitas proyek Banyuurip meningkat. Karena sebelum ada proyek Banyuurip, sumber air di sumur tersebut bagus dan dimanfaatkan sehari-hari oleh Yoto.

Informasi yang di peroleh www.suarabanyuurip.com menyebutkan, aroma solar yang bercampur dengan air itu mulai diketahui Yoto dua bulan lalu. Yakni ketika lokasi Well Pad A dan B Banyuurip mulai dikerjakan.

Karena takut terjadi sesuatu, Yoto dan keluarganya kini tidak lagi mengkonsumsi air dalam sumur tersebut. Melainkan air sumur tersebut hanya dimanfaatkan untuk mandi dan minum sapi.

“Kami takut air itu beracun kalau dibuat minum atau masak,” aku Yoto kepada www.suarabanyuurip.com, Rabu (26/9/2012).

Yoto menuturkan, sumurnya itu sudah berusia sekitar 13 tahun. Dengan kedalaman sekitar 8 meter. Sejak awal sumber air di sumur tersebut baik tanpa ada campurannya solar.

“Sejak dulu sumbernya bagus mas. Saya pakai untuk kebutuhan keluarga. Baik untuk minum, masak maupun mandi. Tapi sekarang tidak karena takut beracun,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sekdes Dilaporkan Warganya ke Polisi

Dia mengungkapkan, sumber sumur itu bercampur solar, dia ketahui sejak dua bulan terakir ini. Yakni semenjak lokasi Well Pad A dan B Banyuurip dikerjakan. Akibat bau tersebut, untuk minum sehari-hari Yoto membeli air galon.

“Setiap ada suara keras penancapan paku bumi (tiang pancang) dari lokasi proyek pasti esok harinya sumber itu keluar campur dengan solar. Dan saya punya buktinya air yang bercampur solar tersebut Mas,” tuturnya sambil menjelaskan jika air sumur tersebut sejak bulan puasa sudah tidak lagi dimasak buat minum.

Karti, istri Yoto berharap agar ada tindakan dari pihak terkait untuk melakukan pengetesan kandungan air yang berbau solar di sumurnya tersebut.

“Sebenarnya saya mau laporan di pak Lurah Mas. Tapi saya takut kalau saya disalahkan. Lain itu, mau buat sumur lagi juga tidak ada biaya. Ya dengan terpaksa sumbernya masih tak pakai untuk mandi dan memberi minum sapi,” imbuh Karti dengan nada berharap. (sam/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   6 Embung di Bojonegoro Akan Dinormalisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *