Harga Daging Ayam Naik, Pedagang Merugi

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Meski harga  daging khususnya daging ayam meningkat, namun pedagang daging ayam di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, Jatim, mengaku alami kerugian. Itu dikarenakan tingkat daya beli masyarakat terhadap daging ayam menjadi menurun.

Data dari dilapangan menyebutkan, sekarang ini harga ayam broiler perkilogram yang sebelumnya berkisar antar Rp. 23 ribu- Rp. 24 ribu, naik menjadi Rp. 28 ribu- Rp. 30 ribu. Sedangkan untuk ayam hidup dari Rp. 11. 000 per satu kilogramnya, kini mencapai Rp. 19 000.

“Kenaikan ini sejak  lima hari terakhir,” kata Nuri (56) Warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan kota Bojonegoro, salah satu pedagang ayam di Pasar Kota, Jumat (28/09/2012).

Menurutnya, kenaikan harga daging ayam ini dikarenakan stok dibeberapa tengkulak mulai langka. Persediaan daging ayam habis karena untuk kebutuhan lebaran beberapa waktu lalu. Sehingga jumlah ayam yang siap disembelih masih jarang.

“Karena kurangnya stok kebanyakan ayam yang disembelih muda-muda,”ungkapnya.

Perempuan paruh baya ini  dan sejumlah pedagang ayam lainnya mengaku  terpaksa memotong ayam yang usianya baru sekitar 26 hari. Padahal seharusnya usia yang matang untuk disembelih sekitar 40 hari. Apalagi dengan  kondisi naiknya harga daging tidak menambah pemasukan, malah mengalami kerugian.

Baca Juga :   Tewas di Depan Anak dan Suami

“Ya otomatis rugi, karena harga naik pelanggan jadi berkurang,” keluhnya.

Dijelaskan, sebelum harga naik tiap harinya daging ayam  terjual sekitar 4 kwintal  Ia mampu memperoleh pemasukan sekitar Rp1,5 juta. Namun dengan naiknya harga daging ini berimbas banyak konsumen yang mengurangi jumlah pembelian. Biasanya satu hari bisa menjual 10 Kg daging ayam, tapi beberapa hari ini hanya 6 Kg saja.

“Pembeli kini beralih ke daging sapi atau  balungan (tulang)  yang lebih murah,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro Bambang Suharno mengatakan, naiknya harga daging ayam disebabkan karena cuaca yang panas seperti sekarang ini.

“Dengan cuaca seperti ini, banyak ayam yang mati. Kalau tidak seperti itu ya pertumbuhannya kerdil. Sehingga pasokan turun,” katanya singkat. (rin/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *