SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga desa disepanjang jalan menuju lokasi pemboran migas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, meminta kepada PT Bama Bumi Sentosa (BBS), operator TBR, memenuhi janjinya untuk memperbaiki jalan sebelum melakukan moving rig dari dalam lokasi. Jika permintaan itu tak dipenuhi warga mengancam untuk memblokir jalan Puwosari – Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, yang menjadi akses utama menuju sumur migas TBR.
Informasi yang diperoleh dilapangan menyebutkan, ancaman itu muncul karena dalam waktu dekat ini PT. BBS bakal membawa keluar alat berat dari TBR-C karena eksplorasi telah selsai.
Bambang, salah satu warga Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari mengatakan, akan melakukan aksi pemblokiran jalan jika BBS memaksakan diri mengeluarkan alat berat sebelum memenuhi janjinya untuk memperbaiki jalan poros Kecamatan Purwosari-Tambakrejo.
“Karena saat baru memasukan alat berat kelokasi TBR-C, BBS berjanji setelah selesai pengeboran akan memperbaiki jalan seperti semula,” kata Bambang ketika menghadiri konsultasi lanjutan proyek TBR – A dan B di Pendopo Kecamatan Tambakrejo, Jum’at (28/9/2012).
Janji BBS itu, lanjut Bambang, disampaikan Yudhi Madjid, Eksternal Relation PT. BBS kepada warga yang disaksikan kepala desa dan Muspika Kecamatan Purwosari pada pertemuan 11 Mei 2012 lalu.
â€Intinya operator siap memperbaiki jalan Purwosari-Tambakrejo ketika pengerjaan di TBR-C telah selesai,†tegas Bambang.
Camat Purwosari, Hartono meminta, agar PT BBS komitmen dengan janji yang telah dilontarkannya sehingga moving alat berat dapat berjalan lancar.
“Saya tidak menyalahkan warga karena mereka telah menerima dampaknya langsung. Seperti polusi debu,†tegas Hartono.
Bahkan, Hartono mengaku, sudah menyiapkan drum untuk memortal jalan jika janji tersebut diingkari BBS.
Terpisah, Yudhi Madjid, Eksternal Relation PT BBS ketika dikonfirmasi www.suarabanyuurip.com terkait hal itu menyatakan, tidak akan beringkar janji. Namun, semua itu masih dalam proses dengan Dinas Pengerjaan Umum (DPU) Bojonegoro.
“Kita akan sosialisasi dulu bersama PU, Muspika, Kades dan tokoh masyarakat sekitar,” ungkap Yudhi Majid melalui pesan pendeknya. (sam/suko)