SuaraBanyuurip.com – Rofi’i
Bojonegoro – Meski bus jurusan Bojonegoro – Surabaya mulai beroperasi sejak Rabu (3/10/2012) dini hari pukul 01.40 wib, namun jumlah penumpang masih sepi. Hal itu dikarenakan penumpang belum mengetahui jika bus telah beroperasi setelah terjadi aksi mogok, Selasa (2/10) kemarin.
Kepala UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Edi Subroto mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan selama 2 hari oleh para awak bus telah direspon oleh pemerintah kota (Pemkot) Surabaya, Jatim.
Kesepakatan yang disepakati, lanjut dia, adalah, semua armada baik antar kota antar propinsi (AKAP) maupun antar kota dalam propinsi (AKD) Pantai Utara (Pantura) keseluruhan akan pindah di Terminal Oso Wilangon (TOW) pada akhir tahun 2012 ini.
“Kesepakatan seperti itu, makanya hari ini bus Bojonegoro – Surabaya dan lainnya mulai beroperasi†kata Edi Subroto ketika ditemui di Kantor UPT Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Rabu (3/10/2012).
Dari pantuan suarabanyuurip di Terminal Rajekwesi Bojonegoro, penumpang bus terlihat sepi dibanding hari biasanya sebelum adanya aksi mogok yang dilakukan awak bus. Menurut salah satu kondektur bus ketika ditemui mengaku, hal itu dikarenakan kemungkin penumpang sebagian belum tahu jika hari ini bus telah beroperasi, jadi sepi
Lain itu, sebagian bus Jurusan Bojonegoro-Surabaya juga belum maksimal beropersi melayani para penumpang hanya beberapa armada yang sudah beroperasi.(rof/suko)