SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga Dusun Kali Glonggong – Temlokorejo, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, akhirnya memiliki jembatan layak yang menghubungkan dua dukuhan setempat. Sebab jembatan itu telah resmi diserahterimakan Mobil Cepu Limited (MCL) kepada pemerintah desa (Pemdes) Gayam, Selasa (9/10/2012).
Program perbaikan jembatan Dusun Kaliglonggong itu merupakan kerjasama MCL dengan LSM Lembaga Informasi dan Komubikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (Lima2B) yang dimulai sejak Juli lalu.
Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, program perbaikan jembatan yang diserahterimakan ini merupakan bagian dari solusi terbatasnya akses jalan menuju atau dari Dusun Temlokorejo dan Dusun Kaliglonggong yang akan ditutup untuk kegiatan proyek pengembangan penuh lapangan minyak banyuurip, Blok Cepu.
“MCL memiliki komitmen untuk melaksanakan program sosial perbaikan jembatan Kaliglonggong dan program pembangunan jalan baru sebagai akses jalan pengganti bagi penduduk sekitar yang akan menuju sawah atau ladang mereka,†ujar Rexy disela-sela serahterima jembatan.
Kepala Desa Gayam, Pujiono meminta kepada MCL untuk senantiasa memberdayakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dalam melaksanakan program-program pengembangan masyarakat. Sebab dengan keterlibatan LSM lokal program yang dilaksanakan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Itu sudah ditunjukkan oleh LIMA 2B. Ini (perbaikan jembatan Kaliglonggong) sebagai bukti jika LSM lokal juga mampu melaksanakan program pengembangan masyarakat,†sambung Pujiono.
Dia mengungkapkan, perbaikan jalan Temlokrejo-Kaliglonggong sepanjang 500 meter itu rencana tetap ditutup demi menjaga keselamatan warga karena banyak pipa yang nanti teraliri minyak. Dan, itu juga sesuai denga musyawarah yang pernah dilakukan beberapa bulan silam.
“Semua usulan sudah dipenuhi. Namun, 1 yang tidak disetujui yakni oleh MCL. Terkecuali, kopensasi tunai yang hingga hari ini tidak realisasi. Dan, semuanya juga sudah saya sampaikan kepada pak Bupati juga tidak bisa. Sebagai pemerintah desa kami hanya bisa berupaya,”tukas Pujiono.
Ketua LIMA 2B, Mugito Citrapati menambahkan, dalam pelaksanaannya program perbaikan jembatan Kaliglonggong ini menggunakan pendekatan partisipatif. Artinya, melibatkan masyarakat langsung mulai dari pembentukan panitia pembangunan desa yang melakukan proses finalisasi rencana, pengelolaan anggaran, pelaksanaan pembangunan jalan sampai pada tahap monitoring dan evaluasi program dengan didampingi LIMA2B.
â€Masyarakat sejak awal terlibat aktif dalam program ini. Sehingga menumbuhkan semangat gotong-royong dan rasa memiliki terhadap program, sehingga ke depan kesadaran masyarakat untuk tetap merawat jembatan ini selalu ada,†pungkas Mugito.
Disamping menyerahterimakan jembatan, dalam kesempatan tersebut juga dilounching penyediaan sarana transportasi sementara bagi 52 kepala keluarga (KK) di Dusun Kaliglonggon – Temlokorejo yang ingin pergi ke sawah ladang.
Serahterima jembatan ini dihadiri John L green Baun, Site Connstruction Manager enegineering, procurement and construction (EPC) 1, Area Superintendent, EPC-5, Heru Hardanto. Juga Kasi Trantib Rusmani yang mewakili Camat Gayam, Setyo Yuliono, perwakilan LSM Farabi, Syukur Apriwianto, Ketua LSM Ademos, Aziz, serta perangkat desa, BPD dan tokoh masyarakat desa Gayam. Juga Kepala Bagian (Kabid) Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro, M. Husain.(sam/suko)