Perluas Pasar, Mahasiswa Unibraw Latih Sosial Media Pengrajin Kayu Growok

Pengrajin Kayu Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, antusias mengikuti pelatihan pemasaran UMKM melalui media sosial untuk memperluas pasar.

Suarabanyuurip.com – Edi Supraeko

Bojonegoro – Sejumlah pengrajin kayu di Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat pelatihan penggunaan sosial media sebagai media promosi produk UMKM, khususnya Instagram. Pelatihan ini diberikan oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang yang melaksanakan MMD (Mahasiswa Membangun Desa) tahun 2023 di Desa Growok.

Pelatihan dihelat di Balai Desa Growok, Jumat (21/07). Diikuti sejumlah pengrajin kayu dan pengurus LMDH Jati Lestari, Babinsa dan perwakilan perangkat desa Growok.

Koordinator MMD Unibraw Malang di Desa Growok, Ervin Nur Fatqurroji, mengungkapkan MMD atau KKN di Bojonegoro akan dilaksanakan selama 1 bulan mulai awal Juli sampai awal Agustus 2023.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat melalui berbagai program yang ada di desa sasaran MMD. Salah satunya pelatihan penggunaan sosmed untuk pemasaran produk UMKM,” katanya.

Ketua LMDH Jati Lestari Desa Growok, Ngateman menyambut baik pelatihan penggunaan sosmed untuk pemasaran produk UMKM di Desa Growok, terutama usaha meubel.

Baca Juga :   Hampir 2 Tahun Kosong, Lowongan Dirut BUMD Bojonegoro Sepi Peminat

“Ini sangat membantu para pengrajin meubel untuk memasarkan produknya dengan cepat dan tepat sesuai perkembangan jaman,” ujarnya.

Menururnya, selama ini masih banyak pengrajin kayu yang memasarkan produknya secara tradisional (berjualan keliling).

“Pemasaran melalui digital sekarang ini sangat dibutuhkan para pengrajin,” jelas Ngateman.

Dia berharap para pengrajin mengikuti pelatihan ini untuk memperluas jaringan bisnis meubel yang ditekuni.

“Melalui sosmed ini kita bisa memasarkan produk meubel dari Desa Growok secara luas, bahkan mendunia,” tandasnya.

Lu’luul Anjani, Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, saat memberikan materi menyampaikan pentingnya penggunaan sosial media salah satunya untuk pemasaran produk UMKM.

Dia menjelaskan, pelatihan difokuskan pada pengenalan tentang aplikasi Instagram, pentingnya Instagram untuk UMKM, langkah-langkah pembuatan akun Instagram, fitur-fitur Instagram, cara membuat feed Instagram yang menarik.

“Instagram memiliki kelebihan dibandingkan aplikasi lain. Yakni jaringannya lebih luas, dan tidak hanya di Indonesia. Kalau dengan WhatsApp kan hanya bisa jika kita punya nomornya nggih. Dan untuk memperluas jaringan yaitu dengan menggunakan hashtag agar bisa menjangkau lebih luas,” ujar Lu’luul.(edi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *