Sumur Baru JOB P-PEJ Telah Berijin

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menegaskan, dua unit sumur minyak di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim, telah mengantongi ijin resmi. Ijin yang dimaksud adalah ijin UKL dan UPL, sehingga pihaknya sudah bisa melakukan aktivitas.

Penegasan tersebut disampaikan Field Administration Seperintendent JOB P-PEJ, Hananto Aji, untuk menanggapi aksi puluhan pemuda Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang menolak pengeboran sumur minyak baru yang terletak di Dusun Gandu, dan Dusun Kayunan, desa setempat, Kamis (11/10/2012). Mereka menuding JOB P-PEJ belum kantongi Amdal untuk dua sumur baru tersebut.

“Untuk dua sumur yang dimaksud tersebut semuanya sudah keluar izin UKL dan UPL nya,” tegas Hananto Aji.

Dijelaskann, semua sumur minyak yang dikelola JOB P-PEJ telah ada Amdalnya. Sedangkan untuk sumur-sumur baru, biasanya cukup menambah dengan UKP-UPL saja. Termasuk diantaranya dua sumur yang dimaksudkan oleh warga.

“Kedua sumur baru tersebut, juga telah keluar ijin UKL dan UPL nya,” tambahnya.

Baca Juga :   Harga Minyak Mentah Indonesia Naik US$3,31 Per Barel

Lainnya, usai melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, JOB P-PEJ siap menampung semua aspirasi dari warga yang telah melakukan aksi dengan menutup jalan masuk perusahaan dan menghalau beberapa mobil yang akan memasuki area JOB P-PEJ.

“Kita siap menampung semua aspirasi warga, kususnya mengenai tuntutan rekrutmen tenaga kerja lokal. Namun, semua tetap menggunakan mekanisme yang ada, yakni koordinasinya melalui pihak desa sebagaimana ketentuan yang ada dalam perusahaan kami,” ujar Hananto.

Koordinasi akan dilakukan dengan mengajak Kades bersama perwakilan masing-masing dusun untuk melakukan musyawarah. Agar tenaga kerja lokal yang terserap bisa mewakili semua pihak yang ada.

Diketahui, puluhan pemuda menggelar unjuk rasa untuk memprotes pengeboran dua sumur baru JOB P-PPEJ yang diduga belum mengantongi ijin Amdal. Lainnya, warga menuding selama ini JOB P-PEJ belum melibatkan tenaga kerja lokal dalam perekrutan karyawan. (edp/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *