Data Naker Tripatra dan Disnakertransos Beda

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – PT. Tripatra Engineering & Constructor, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu, mengklaim telah melibatkan 1.738 tenaga kerja (naker). Namun, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jatim membantah jumlah tersebut karena sesuai data yang masuk tenaga kerja yang dipekerjakan baru 275 orang.

Sesuai data yang dilaporkan PT Tripatra kepada Disnakaertransos, sebanyak 1.738 naker itu berasal nasional sebanyak 345 orang, non lokal regional 148 orang, lokal regional 437 orang dan lokal-lokal 808 naker.

Iskandar, Kepala DisDisnakertransos ketika ditemui suarabanyuurip menyangkal jumlah naker yang disebutkan Tripatra. Karena sesuai data yang ada di Disnakertransos saat ini hanya sekitar 275 pekerja saja.

“Saya minta secepatnya Tripatra memberikan data terakhir untuk tenaga kerja,” tegas Iskandar (12/10/2012).

Selain itu, mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Bojonegoro itu, juga meminta PT Tripatra agar dalam setiap perekrutan tenaga kerja tidak hanya melalui Kepala Desa (Kades). Namun berkoordinasi dengan Disnakertransos dam melaporkan data naker kepada Camat setempat.

Baca Juga :   Indonesia Terancam Jadi Importir Energi

“Dengan begitu kami memiliki data naker untuk dimasukan dalam database kita,”tegas Iskandar.

Menurut dia, naker yang mendaftar menggunakan AK 1 (Angkatan 1) akan lebih mudah mengontrolnya. Lain itu, jika terjadi permasalahan terhadap naker tersebut Disnakertransos dapat membantunya.

Hasil penelusuran suarabanyuurip dari sekitar lokasi proyek EPC – 1 Banyuuip, dari total 1738 naker itu 50 persen lebih telah melibatkan warga dari sejumlah desa sekitar tambang. Selebihnya adalah tenaga kerja yang bersifat skill. (sam/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *