Bila Gundih Produksi CSR Minta Ditambah

Kades Sumber

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kepala Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah,  Zaki Bachroni, menyatakan, jika Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ), Blok Gundih yang ada di desanya sudah produksi pihaknya meminta program Corporate Social Responsibility (CSR) diperbesar.

Apalagi Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) membangun Central Processing Plan (CPP) untuk memproduksi gas berada di Desa Sumber. Produksi dari CPP Gundih akan disalurkan untuk bahan bakar listrik ke PLTU Tambaklorok, Semarang.  

“Sebelum produksi, desa sekitar terutama Desa Sumber sudah ada kucuran CSR dari Pertamina EP. Itu saja potensi gas yang ada belum diproduksi. Coba kalau sudah produksi akan semakin banyak lagi CSR yang digulirkan Pertamina,” ungkap Zaki Bachroni kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (24/1/2014).

Ke depan, Zaki menginginkan, CSR yang digulirkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran penerima. Jadi ada sinergitas antara CSR dengan visi misi desa,  serta misi pembangunan Pemkab Blora.

Salah satunya yang diperlukan masyarakat adalah penerangan lampu jalan. Ada beberapa titik jalan yang tersebar di 13 dusun yang membutuhkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Agar masyarakat bisa menikmati kondisi jalan yang terang.

Selain itu, tambah Zaki, desanya membutuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Minimal butuh 2 unit PLTS, sehingga bisa dinikmati semua dusun yang ada di Sumber.

Baca Juga :   Bus dan Truk Didorong Gunakan Bahan Bakar Gas

Di lain sisi para pemuda juga membutuhkan pelatihan ketrampilan. Yang terpenting paska pelatihan ada kegiatan lanjutannya. Paling tidak Pertamina juga memberikan bantuan peralatan.

“Kalau tidak begitu hanya akan menciptakan pemuda bermental kuli, bukan mental pengusaha,” kata Zaki.

Zaki menyebutkan ada beberapa CSR yang sudah digulirkan ataupun yang sedang berjalan di Desa Sumber. Diantaranya, bantuan infrastruktur yang kini sudah dinikmati warganya.

Dia ungkapkan, sebelum ada pembangunan jalan hotmik dari pertigaan Peting (Pertigaan arah Cepu ke Randublatung yang mengarah ke CPP Gundih) sampai jembatan yang ada di Desa Sumber, kondisi jalan rusak parah akibat aktivitas kendaraan transportasi penambangan pasir.

“Kini kondisi jalan itu sudah diaspal hotmik dan bagus, sehingga akses transportasi warga lancar,”  kata Zaki seraya tersenyum.

Tahun ini pembangunan jalan hotmik tersebut dilanjutkan oleh Pertamina EP. Pembangunan lanjutannya mulai dari jembatan (akhir pembangunan jalan tahap pertama)  hingga depan Kantor Camat Kradenan. Diperkirakan sepanjang kurang lebih 6 Km.

“Saat ini masih dalam tahap basecourse atau tahap pemadatan jalan, sebelum digelar aspal hotmik,” kata Zaki. “Bukan hanya jalan utama antardesa hingga akses ke kecamatan, ungkap Zaki, jalan lorong tengah desa juga mendapat perhatian dari Pertamina,” tambahnya.

Baca Juga :   Carikan Solusi Antrean Solar, Pemkab Bojonegoro Koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga

Zaki menyebut, seperti jalan di Dusun Jompong yang menghubungkan dengan Desa Sumberjo juga tak luput dari perhatian Pertamina.  “Sebelumnya juga rusak parah. Dengan perbaikan itu masyarakat punya akses jalan yang baik, hal itu bisa menopang kemajuan perekonomian warga,” ungkapnya.

Demikian pula dengan jalan penghubung mulai dari Dusun Tambak, Desa Sumber hingga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung kini masih dalam tahap penggarapan. Itu juga sebagai akses jalan utama antardesa.

Fasilitas pemerintahan Desa Sumber dijadwalkan akan mendapatkan kucuran CSR  dari Pertamina. Yakni diwujudkan pembangunan Gedung Serba Guna Desa Sumber.

“Saat ini untuk pembangunan gedungnya masih dalam tahap pematangan desain. Hal itu sudah ada kesanggupan dari Pertamina,” katanya.

Zaki mengakui, desanya juga telah mendapatkan bantuan lainnya dalam bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, serta kesenian dan budaya.

“Di Sumber ini banyak kesenian tradisional seperti ketoprak, barong, dan karawitan. Sudah lama mati suri. Ke depan kami berharap Pertamina mau peduli menggiatkan kembali potensi kesenian tradisional di Sumber ini,” pungkas Zaki. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *