SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebagai salah satu kontraktor lokal ring 1 Banyuurip yang sering berkecimpung di proyek migas Blok Cepu, PT. Gayam Asri Manunggal (GAM) tak melupakan tanggungjawab sosial kepada warga sekitar. Salah satu buktinya adalah membangun mushola yang berada di Makam Habib Iydrus Bin Sholeh Al-Jufri, di Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, Kebupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pantauan suarabanyuurip dilokasi, dalam kegiatan sosial dibidang keagamaan ini, PT GAM membangun mushola berukuran 7×9 meter. Tujuannya untuk mempermudah para peziarah yang datang di makam Habib Iydrus Bin Sholeh Al-Jufri dalam menjalankan ibadah salat atau kegiatan lainnya sebelum berdzikir di makam. Habib I Iyydrus Bin Sholeh Al-Jufri ini merupakan salah satu tokoh yang pertamakali menyebarkan agama Islam di Desa Katur dan desa sekitar Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu.
Direktur Utama (Dirut) PT GAM, Sumber Purnomo menyatakan, tujuan utama pembangun tempat peribadatan di makom Habib Iydrus Bin Sholeh Al-Jufri adalah agar pengembangan ajaran agama Islam kususnya di Katur semakin meningkat dan diwilayah desa sekitar lokasi proyek Blok Cepu pada umumnya.
“Saya yakin dengan meningkatnya ilmu agama akan lebih mampu mengantisipasi masuknya budaya asing di Banyuurip,” kata tokoh masyarakat Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Senin  (15/10/2012).
Pak Ed – panggilan akrap Sumber Purnomo-mengaku, selain untuk meningkatkan pendidikan ajaran agama Islam, juga mempermudah bagi peziarah yang datang dari jauh untuk beribadah sebelum berdzikir di Makom Habib Iydrus Bin Sholeh Al-Jufri.
“Kondisi lokasi makomnya kurang luas mas, jadi tidak muat jika peziarah yang datang banyak untuk melakukan salat dan dzikir,” terang Direktur PT GAM yang berkantor di Desa/Kecamatan Gayam ini.
Dia menambahkan, sebagai kontraktor lokal yang ikut terlibat di proyek Blok Cepu,
PT. GAM senantiasa mengutamakan kepentingan akhirat, meski kepentingan dunia juga penting. Hanya saja Pak Ed, belum memberi nama musola yang dibangun tersebut karena masih menunggu musyawarah dan wangsit (petunjuk) dari Sang Pencipta Alam.
“Pembungannya hingga saat ini sudah mencapai 60 persenan dan kita targetkan akhir tahun ini selesai,” imbuh pria yang gemar berwisata religi ini. (sam/suko)