SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC)- 1 Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra Engineering & Constructorsmembenarkan penghentian sementara pengiriman limestone (tanah urug) mulai Senin (15/10/2012). Penghentian sementara pengiriman tanah urug ini untuk mengevaluasi safety (keselamatan) dan kelayakan kendaraan menyusul banyaknya insiden yang terjadi seperti kecelakaan lalu lintas di jalan raya dan dilokasi proyek EPC 1 oleh sopir dump truck (DT).
“Memang benar kami menghentikan semua kendaraan proyek termasuk DT yang tidak sesuai prosedur,” jelas Community Affair and Manager PT Tripatra,Budi Karyawan saat ditemui dikantornya, Senin (15/10/2012).
Dikatakan,selain banyak dump truck yang saat ini kurang memenuhi kelayakan untuk jalan, adanya pemalsuan ID Card (kartu identitas). Sehingga Tripatra perlu melakukan pengecekan ulang pada para driver (sopir) DT. Karena ID Card tersebut sebagai tanda keikutsertaan para driver pada training safety.
“Mereka yang menggunakan ID Card itu bukan orang sembarangan. Tapi yang sudah mengikuti training. Dan ternyata banyak driver yang menggunakan ID Card palsu dan menunjukkan tidak adanya tanggung jawab moral,” tegasnya.
Budi menjelaskan, penghentian sementara pengiriman tanah urug ini selain untuk evaluasi kelayakan dump truck juga bertujuan untuk inspeksi kualitas dengan melakukan pemeriksaan ulang karena material yang dikirim selama ini cenderung bervolume besar. Â Untuk itu, PT Tripatra telah memerintahkan semua subkontraktornya memberikan laporan kelayakan kendaraan.
“Kami tidak tahu sampai kapan pemberhentian ini berlangsung. Pokoknya mereka harus bisa meyakinkan kita kalau kendaraan yang digunakan sudah memenuhi standar safety dan tidak ada lagi insiden terlebih kecelakaan lalu lintas,”tandasnya.
Dia mengaku, telah memperoleh laporan dari lapangan akan reaksi para subkontraktor yang menjadi leader pengiriman tanah urug akibat penghentian sementara pengiriman tanah pedel tersebut. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Tripatra sudah berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk melakukan pengamanan.
“Kira-kira ada 300 dump truck yang berhenti total hari ini. Memang ada yang komplain. Tapi itu semua demi keselamatan bersama,” tukas Budi. (rin/suko)