SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Konsorsium PT. Inti Karya Persada Tehnik (IKPT)- Â PT.KELSRI, kontraktor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement and constructions/EPC) 2 Banyuurip, Blok Cepu mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dalam perekrutan tenaga kerja (naker) lokal. Termasuk dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Masalah tenaga kerja sudah ada kerja sama, mulai desa sampai instansi terkait,”ungkap Humas PT. IKPT, Sunarto.
Dia menuturkan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pemasangan jalur pipa darat 20 inci untuk menyalurkan minyak mentah sepanjang 72 Km mulai Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga bibir Pantai Palang, Kabupaten Tuban, itu tidak terlalu banyak. Sebab, proyek jalur pipa yang dilaksanakan IKPT berbeda dengan EPC yang lain.
“Kalau kita sistemnya temporary atau tidak menetap.Tenaga kerjanya pun berganti disetiap desa yang kita lalui. Misalnya untuk tenaga helper yang kita butuhkan dua sampai tiga orang, maka tinggal koordinasi dengan pemerintah desa setempat,” papar Sunarto.
Dia menambahkan, tetap berupaya untuk transparan. Namun jumlah naker yang dibutuhkan dalam proyek pipanisasi diperkirakan hanya sekitar 100 orang. Jumlah itu sudah termasuk dari dua kabupaten, antara Bojonegoro dan Tuban.
“Ya memang kondisinya seperti ini. Karena kerja kita bentuknya dinamis.Tidak sama dengan yang lain,” pungkas Sunarto. (roz/suko)