Jelang Musim Penghujan, Petani Tuban di DAS Solo Mulai Resah

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, khususnya di bantaran Sungai Bengawan Solo mulai resah dengan perubahan musim dari kemaru ke penghujan yang terjadi sekarang ini. Sebab sudah bisa dipastikan, jika musim penghujan, sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, selalu meluap dan menerjang lahan pertanian disepanjang daerah aliran sungai (DAS) Solo.

Seperti diketahui, banjir luapan Sungai Bengawan Solo telah menjadi derita tahunan bagi petani di 4 kecamatan di Kabupaten Tuban. Yaitu Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Ratusan hektar lahan pertanian di wilayah tersebut tak pernah luput dari terjangan banjir Bengawan Solo.

“Setiap tahun selalu ada banjir. Kami hanya bisa pasrah, mas,”  ujar Warto (40), petani di Kecamatan Plumpang kepada suarabanyuurip, Kamis (18/10/2012).

Selain itu, banjir kiriman dari pegunungan juga menjadi momok tersendiri bagi petani. Sebab kedatangan banjir bandang ini intensitasnya lebih sering dari banjir bengawan Solo saat penghujan datang. Namun efek dari banjir bandang ini tidak sebesar banjir luapan bengawan Solo.

Baca Juga :   Fitra Jatim Sebut Korupsi di Bojonegoro Masih di Tingkat Desa

“Yang ditakutkan apabila ada tanggul dibangawan solo yang jebol, pasti akan merusak tanaman kami,” tambah Hari (32), petani lain dari Desa Kujung, Kecamatan Widang, Tuban yang juga menjadi daerah langganan banjir.

Menurut mereka, kerugian yang pasti dialami petani ketika lahan pertanian diterjang banjir adalah membusuknya tanaman mereka karena terlalu lama tergenang air. Akibat musibah tahunan itu tak jarang para petani memanen dini hasil pertanian mereka yang sudah berumur.

“Masih beruntung apabila masih bisa panen lebih awal. Meski hasilnya jauh dari maksimal, setidaknya masih ada hasil,” tambah Hari.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Tuban, Saifuddin. Dia mengatakan daerah bantaran Sungai Bengawan Solo memang rentan banjir. Menurut dia, dari empat kecamatan di Kabupaten, ada satu kecamatan yang rawan banjir bandang, yaitu kecamatan Merakurak.

“Daerah sepanjang bengawan solo dan merakurak,” ujar Saifudin melalui telepon genggamnya (Telgam).

Namun ketika ditanya mengenai penanganan yang akan dilakukan pemerintah, saifuddin belum memberikan jawabannya hingga berita ini ditulis. (edp/suko)

Baca Juga :   Jemaah Haji Kloter 56 Tiba di Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *