Giliran Pemdes Sekitar Banyuurip Dukungan PEPC

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Dukungan terhadap Pertamina EP Cepu (PEPC) sebagai operator gas Jambaran, Blok Cepu – Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, mulai mengalir dari masyarakat dan pemerintah desa sekitar pemboran. Meski sampai sekarang ini pemerintah pusat belum memberi kepastian tentang kabar unitisasi kedua sumur gas tersebut.

Rahmad Aksan, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, misalnya, mengaku sangat setuju jika pemerintah menunjuk PEPC sebagai Operator sumur gas Jambaran – TBR. Alasanya, agar ada persaingan sehat dalam proyek diladang Blok Cepu tersebut. Artinya, yang jadi operator bukan perusahaan asing, melainkan perusahaan nasional.

“Selain ada persaingan bisnis, peluang kerja warga semakin terbuka luas karena tidak hanya bertumpu pada MCL,” kata Rahmad Aksan yang juga tokoh masyarakat Desa Bonorejo, Senin (22/10/2012).

Senada juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Sandoyo. Menurut dia, jika yang mengoperatori perusahaan nasional (PEPC) tentunya akan mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Yang terpenting pekerjaan yang bisa dilakukan warga lokal diberikan. Dan mentaati aturan yang telah ditentukan,” tegas Sandoyo ditemui di rumahnya, Senin (21/10/2012).

Baca Juga :   Taruna AAL Belajar Cegah Penyalahgunaan BBM dan Pelumas di PPSDM Migas

Sebelumnya, pemerintah desa (Pemdes) Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Desa Ring 1 Sumur Jambaran, juga menyatakan dukungannya kepada PEPC sebagai operator Jambaran – TBR.

Namun, disisi lain, Supervisior Produksi PEPC, Hadi Pramono mengatakan, eksploitasi sumur gas Jambaran – TBR hingga saat ini belum ada keputusan final karena masih dibahas ditingkat manajemen.

Untuk diketahui unitisasi Jambaran – TBR ini dilakukan karena wilayah kerja pertambangan (WKP) Jambaran yang dulunya dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL) berada stu lamparan dengan TBR milik Pertamina. Lain itu, ExxonMobil dan Pertamina sama-sama memiliki saham 45 persen di Blok Cepu. Sedangkan 10 persen berbentuk participating interest dipegang empat badan usaha milik daerah (BUMD) di dua kabupaten dan dua propinsi di Jatim dan Jateng.(sam/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *