SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Premium sekarang ini bukan lagi termasuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Karena itu masyarakat bisa bebas membeli dengan menggunakan jerigen di Stasiun Pembelian Bahan Bakar Umum (SPBU) tanpa harus menyertakan surat keterangan dari desa maupun instansi terkait.
Walaupun dengan pembebasan ini menjadikan stok BBM di SPBU di Bojonegoro, Jawa Timur, sempat mengalami kekosongan sejak sore kemarin.
“Kan sekarang premium bukan barang bersubsidi,” kata Eko, salah satu petugas SPBU Kalitidu sambil melayani pembeli dengan menggunakan jerigen, Kamis (4/6/2015).
Sementara itu, disinggung stok premium yang kosong, dia menyebutkan apabila kiriman dari Pertamina belum datang. Karena kiriman tersebut terkadang dua hari atau tiga hari sekali sebanyak 16 ribu liter.
Sementara itu, Â Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro, Fatih Yudistira, menyampaikan, kuota BBM sekarang sudah tidak ditentukan lagi. Karena premium bukan BBM bersubsidi lagi. Saat ini hanya solar yang ditetapkan.
“Untuk Bojonegoro tahun 2015 ini stok solar sebanyak 60 ribu kiloliter,” ujarnya melalui pesan pendek.
Sementara untuk realisasi premium hingga bulan Mei 2015, sebanyak 28.720 Kiloliter dan solar sejumlah 13.624 Kiloliter. Meskipun begitu, pihaknya tetap menghimbau supaya masyarakat tetap emnggunakan surat rekomendasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membidangi.
“Contoh untuk alat-alat pertanian seperti traktor harus mendapatkan rekoemndasi dari Dinas Pertanian,†pungkas Fatih. (rien)