Gertak Demo JOBP-PEJ Tuntut Kompensasi

demo JOB

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sekitar 300 warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Terkena Dampak (GERTAK) berunjukrasa di PAD A dan B Sumur Mudi, Blok Tuban, yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PPEJ), Selasa (23/10/2012). Demonstrasi ini merupakan yang kedua kalinya di lakukan warga ring 1 sumur Mudi.

Dalam aksinya ratusan massa membentangkan poster besar berisi tuntutan mereka. Mereka berorasi dengan menggunakan sound sistim yang diusuung menggunakan truk di depan pintu masuk Pad A Sumur Mudi.

Ada beberapa tuntutan yang diusung GERTAK dalam aksi kali ini. Yakni meminta JOB PPEJ memberikan kompensasi tunai kepada 80 kepala keluarga (KK)  yang hingga saat ini belum mendapat jatah kompensasi sebagai ganti dampak pengeboran bagi warga ring 1,2,3.
“Kami minta, agar dana yang belum dicairkan kepada warga segera diberikan,” ujar Yuswo, dalam orasinya.

Selain itu, masyarakat menilai JO P-PEJ adalah biang kerok dari kerusakan lingkungan desa sekitar. Terbukti kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan telah mengakibatkan banyaknya tanaman di desa sekitar menjadi layu dan kondisi  menjadi panas ditambah jarangnya hujan turun.

Baca Juga :   Listrik Padam Antrian Solar Bubar

“Bukan hanya itu, kami tidak bisa tidur dengan tenang karena suara bising mesin yang tiada henti beroperasi,” ungkap Yuswo.

Untuk itu, sebagai ganti dampak yang dirasakan dan diterima saban hari, warga meminta kepada JOB PPEJ agar menaikkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) yang telah diusulkan pihak desa yaitu sebesar 12 persen dengan nominal Rp. 978.000.000.

Warga juga meminta agar JOB PPEJ memberikan ganti rugi akibat rusakanya tanaman karena flare pengeboran yang hanya beradius hingga 700 meter dengan areal persawan dan pemukiman warga.

“Lihat saja kedelai kami disekitar cerobong api (flare) rusak akibat kepanasan,” tegasnya.

Diketahui, selain menggelar aksi didepan Pad A, massa juga merangsak ke Pad B. Sebelum melakukan aksinya, warga sempat melakukan konvoi dengan berkeliling desa. Aksi yang dilakukan warga ini juga mendapat dukungan pemerintah desa setempat. (edp/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *