Tripatra Beri Batas Waktu BUMD Bojonegoro

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Kontraktor rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement, and constructions/EPC ) 1  Banyuurip, Blok Cepu, konsorsium PT.Tripatra Enngineers and Constructors – PT.Samsung memberi kesempatan kepada PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang ingin bekerja sama melaksanakan training (pelatihan) scaffolders (tenaga perancah pipa).

“BUMD kabarnya juga ingin mengadakan training. Karena itu kita kasih batas waktu sampai akhir Oktober 2012 ini,” kata Juru Bicara PT.Tripatra Engineers & Constructors,  Budi Karyawan saat dihubungi suarabanyuurip, Rabu (24/10/2012).

Dia mengungkapkan, rencananya pelatihan tenaga perancah pipa itu akan dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dipilihnya Pusdiklat Cepu, menurut Budi,  dianggap lebih siap ketimbang tempat pelatihan dilakukan BUMD.

“Kami rasa Pusdiklat jauh lebih siap daripada BUMD,” sergah pria asli Malang, Jatim ini.

Budi mengaku, pelatihan scaffolder ini sesuai dengan kebutuhan Tripatra untuk kesiapan pengerjaan proyek berikutnya.  Karena itu, pihaknya sudah menyiapkan calon tenaga yang akan dilatih. Mereka berasal  masyarakat ring 1 sumur minyak Banyuurip yang sudah terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :   Dukung Pembangunan Pabrik Etanol di Bojonegoro, Kades Bandungrejo: Bisa Atasi Pengangguran

“Secepatnya akan kita lakukan. Akhir bulan harus jalan,” tandasnya.

Pria yang lama bergelut di dunia engineers ini menerangkan, tenaga scafolders merupakan tenaga perancah yang digunakan untuk pekerjaan perancah pipa yang tingginya melebihi tinggi manusia. Seperti masang atap,  plafon atau kalau di pekerjaan di mechanical seperti pengelasan di tempat ketinggian dan lainnya.

“Jadi kerja mereka tidak menggunakan tangga, tapi lebih banyak menggunakan perancah ini,” papar Budi.

Menanggapi  kabar dari Tripatra, Direktur Utama PT.BBS, Deddy Affidick belum memberikan pernyataan hingga berita ini diturunkan. Beberapa kali telepon genggamnya di hubungi terdengar nada sambung namun tidak ada jawaban. Begitu juga saat dikirimkan pesan pendek tidak ada balasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya, 25 orang disiapkan untuk mengikuti training scaffolder. Dengan komposisi kira-kira sembilan orang dari Desa Mojodelik, empat orang Desa Gayam, sisanya masing-masing tiga orang dari Bonorejo, Brabuwan, Sudu dan Ngraho, Kecamatan Gayam. (roz/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *