SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Konsorsium PT Inti Karya Persada Tekhnik ( IKPT ) – Kelsri, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 2 dan PT. Rekayasa Industri (Rekind) – PT. Hutama Karya, ECP-5 Banyuurip, Blok Cepu, mencontoh apa yang sudah dilakukan PT. Tripatra Engineer & Constructors, kontraktor EPC 1 dalam melaporan secara tertulis tentang jumlah maupun kebutuhan tenaga kerja.
“Kami minta agar kontraktor EPC 2 dan EPC 5 memberikan laporan untuk semua paket pekerjaan secara gamblang dan jelas. Misalkan tentang kebutuhan maupun jumlah tenaga kerja secra rinci. Jangan asal menyebutkan jumlah,†tegas Asisten II Sekretaris Kabupaten Bojonegoro, Nono Purwanto saat rapat rutin evaluasi pelaksanaan proyek migas di Bojonegoro dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) maupun kontraktornya, Rabu (24/10/2012) sore kemarin.
Dia katakan, selama ini PT. Rekind belum memberikan laporan secara rinci tentang jumlah maupun kebutuhan kerja kepada Tim Optimalisasi PT Rekin. Padahal, sekarang ini EPC 5 sudah memulai pekerjaannya sehingga dipastikan ada peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin tahu sejauh mana Peraturan Daerah no 23 tahun 2011 tentang Konten Lokal sudah diterapkan. Kalau sekedar itu saja ya masih kurang,†imbuhnya.
Dia berharap, pada pertemuan mendatang kebutuhan tenaga kerja dan peluang pekerjaan untuk warga maupun kontraktor lokal bisa diberikan secara rinci dan lebih jelas lagi. Karena di pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak hanya ada Tim Optimalisasi Kandungan Lokal, melainkan juga tim tenaga kerja juga yang khusus memperhatikan masalah ketenaga kerjaan.
“Untuk itu kami minta kontraktor EPC selalu memberikan progres report yang jelas, terperinci seperti yang sudah dilakukan PT Tripatra,â€pungkasnya.
Terpisah, perwakilan konsorsium PT. Rekind – PT. Hutama Karya, Budi Gunardi menyatakan, saat ini progres yang ada baru mencapai 7 persen. Sedangkan untuk kegiatan konstruksi sendiri masih 5 persen sehingga belum begitu banyak hal yang dilaporkan. Â
“Untuk penyerapan tenaga kerja lokal ada 46 orang diantaranya flagman, helper, driver, rigger dan safety man. Sementara untuk sub kontraktor dan suplier kita juga sudah menggandeng dari lokal, tapi belum banyak,â€ungkapnya. (rin/suko)