SuaraBanyuurip.com –Samian Sasongko
Puluhan warga dari tiga desa dikecamatan Purwosari yang menjadi akses utama Sumur Migas Tiung Biru (TBR) Blok Gundih, melakukan unjukrasa dengan memblokir jalan menuju lokasi pemboran, Jum’at (11/5). Mereka meminta Pertamina EP pengelola sumur TBR untuk mempekerjakan 21 warga dan perbaikan jalan sekitar menuju lokasi proyek . Permintaan itu dipenuhi Pertamina EP setelah dilakukan musyawarah dengan perwakilan tiga desa, Muspika Kecamatan Tambakrejo dan Purwosari di Pendopo Kecamatan Purwosari.
Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Purwosari Hartono, Camat Tambakrejo Andik, External relations PT. Bama Bumi Sentosa, Operator Sumur Migas TBR Yudhi Madjid. Kemudian Sawiji, Perwakilan Pertamina EP dan Yanu Campenimen dari PDSI. Selain itu perwakilan warga dari tiga desa yakni Desa Purwosari, Gapluk dan Kuniran yang masuk Kecamatan Purwosari dan Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo.
“Setelah dimusyawarahkan disepakati jumlah tenaga kerja dari masing-masing desa diambil tujuh orang. Selain itu juga perbaikan jalan mulai Desa Purwosari hingga Kuniran,” kata Yudhi Madjid usai musyawarah dengan warga.
Camat Purwosari Hartono meminta, agar Pertamina EP tidak mengingkari kesepakatan yang sudah disepakati bersama dalam musywarah antara Pertamina EP dengan warga di tiga desa di Kecamatan Purwosari.
“Jangan sampai memicu gejolak sosial masyarakat yang lebih besar yang berujung pada penghentian aktifitas proyek,” sambung Hartono.
Dia juga meminta agar, kontraktor melakukan penyiraman jalan mulai Desa/Kecamatan Purwosari hingga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, untuk menekan polusi debu selama aktifitas mobilisasi alat berat berlangsung.
Untuk diketahui, puluhan warga di tiga desa di Kecamatan Purwosari ini sempat melakukan penghentian moving rig Sumur Migas TBR-C yang berada di Desa Kalisumber. Aksi tersebut tidak berlangsung lama karena muspika segera memfasilitasi tuntutan warga dengan Pertamina EP.