SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Lima dari enam badan uasaha milik desa (BUMDes) ring 1 Banyuurip, Blok Cepu, yang ditunjuk PT. Tripatra Engineer & Construction mengerjakan pagar lokasi proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering procurement an construction/EPC) 1,  setuju jika proyek tersebut dikerjakan BUMDes Mojodelik, Kecamatan Gayam. Alasannya, Desa Mojodelik merupakan satu-satunya desa ring 1 Blok Cepu yang wilayahnya paling luas menjadi pusat lokasi proyek EPC-1 Banyuurip.
 Lima BUMDes yang sepakat BUMDes Mojodelik mengerjakan proyek pagar sepanjang 12 kilo meter (Km) itu adalah BUMDes Gayam, Bonorejo, Ngraho, Brabowan dan Sudu, Kecamatan Gayam.
Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Siti Rokayah ketika dikonfirmasi Suara Banyuurip melalui telepon genggamnnya mengungkapkan, BUMDes Bonorejo bersama lima BUMDes lainnya sebelumnya juga mendapat tawaran pengerjaan pemasangan pagar keliling proyek EPC-1 Blok Cepu dari Tripatra. Namun BUMDes Bonorejo tidak ikut dalam pelaksanaan pengerjaan. Sebab sudah dipercayakan kepada BUMDes Mojodelik. Pertimbangannya, selain BUMDes Mojodelik sudah siap, juga dikarenakan wilayah Mojodelik yang paling luas terlalui proyek Banyuurip tersebut.
“Enam BUMDes yang dilibatkan Tripatra sudah sepakat semua jika pemasangan pagar EPC-1 itu dikerjakan BUMDes Mojodelik,” kata Rokayah, Selasa (30/10/2012).
Rokayah mengaku, tidak mempersoalkan BUMDes mana saja yang mengerjakannya proyek tersebut. Namun yang terpenting BUMDes tersebut milik desa sekitar lokasi pemboran.
Juru bicara PT. Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan kepada suarabanyuurip mengatakan, dari total panjang pagar 12 KM itu yang sudah dikerjaan saat ini sekira kurang lebih 1,5 KM. Â Ditargetkan proyek itu selesai akhir November 2012 mendatang.
“Kita harapkan dengan keterlibatan BUMDes ring 1 Banyuurip itu akan memperlancar pelaksanaan proyek sehingga pengerjaannya bisa selesai susai target,†sambung Budi.
Budi menambahkan, pemasang pagar lokasi proyek EPC itu sesuai kontrak yang ditandatangani dengan Mobil Cepu Limited (MCL). Sesuai gambarnya, pagar itu nantinya sama seperti di gas oil separation plant (GOSP) dan Well Pad A Banyuurip.
“Apalagi ini merupakan obyek vital yang harus steril. Jadi tidak sembarang orang bisa masuk lokasi,” pungkasn pria asal Malang, Jatim. (sam/suko)