GAM Serap 500 Naker Lokal

pak ed

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Setelah ada prestasi dalam melakukan aktivitas proyek di ladang migas Blok Cepu, PT Gayam Asri Manunggal (GAM) dipercaya melanjutkan pengerjaan proyek Enggineering  Procuremen and Construction (EPC)-1 Banyuurip oleh kontraktor EPC-1, PT Tripatra.  Pekerjaan tersebut merupakan limpahan dari perusahaan lain yang dinilai tak sesuai target yang ditetapkan.

Dengan kepercayaan itu, yang semula PT GAM menyerap 200 tenaga kerja lokal saat ini mampu menyerap 500 lebih tenaga kerja lokal. Hal ini makin membuka peluang warga  sekitar lokasi ladang minyak Blok Cepu tersebut untuk bekerja.

“Semula GAM hanya dapat proyek sedikit di CPF, Mas. Sehingga, hanya dapat menyerap 200 tenaga kerja lokal sekitar lokasi tambang minyak. Namun, setelah dapat mandat Tripatra meneruskan proyek EPC 1 menambah tenaga kerja lokal menjadi 500 lebih tenaga kerja yang sudah terserap,” kata Direktur PT GAM, Sumber Purnomo, saat ditemui di kantornya, Jumat (02/11/2012).

Dia jelaskan, ratusan tenaga kerja lokal yang sudah kerja itu mayoritas warga asal desa ring 1 yang semuanya sudah menjalani medical yang diadakan PT GAM pada beberapa bulan lalu. Selain itu, sebagai kontraktor lokal GAM akan bekerja profesional dan selalu mengacu pada Perda 23/2011 tentang konten lokal. 

Baca Juga :   Proyek Pipa Blok Cepu Molor

“Semuanya sudah bekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing. Ada yang di lokasi Welpad A, B, dan C,”ungkap Sumber Purnomo yang akrap disapa Pak Ed tersebut.

Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Gayam itu menegaskan, bagi PT pemenang tender di ExxonMobill agar selalu memikirkan kontraktor lokal. Dan jangan hanya mementingkan PT-PT yang pintar bicara saja yang tidak ada buktinya.

Misalnya, PT Rekin yang saat ini sudah mulai melakukan aktivitasnya di Banyuurip. Namun, hingga saat ini belum secara maksimal melibatkan PT, CV yang dimiliki warga lokal.

“Saya yakin dengan keterlibatan PT, CV lokal secara tidak langsung akan ikut membantu kelancaran proyek Blok Cepu tersebut. Dan, jika Rekin tidak mau melibatkan GAM jangan salahkan jika ada gejolak warga disekitar lokasi proyek Banyuurip tersebut,”ancamnya.

“GAM sudah siap perang dengan cara apapun untuk ikut merebut pekerjaan proyek di wilayahnya sendiri. Jangan dikira GAM diam tidak berani. GAM sudah siap tempur untuk memperjuangkan warga lokal yang notabene adalah warga asli kelahiran sekitar ladang minyak itu,” imbuhnya. (sam)

Baca Juga :   DPRD Blora Berharap Senayan Legawa

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *