SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro– Anak usaha ExxonMobil, Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu menargetkan perombakan kapal floating storage and offloading (FSO) selesai target sesuai kontrak yang ditandatangani konsorsium PT.Scorpa Pranedya – Sembawang Shipyard, yakni 36 bulan.
Rencananya kapal yang dulunya berbendera Yunani itu akan digunakan sebagai fasilitas penampung mentah dari Lapangan Banyuurip itu miliki kapasitas 1,7 juta barel
“Meskipun dalam kontraknya adalah 36 bulan, tapi ingin kita secepatnya,” kata Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya saat dihubungi Suarabanyuurip melalui pesan pendeknya.
MCL berharap penyelesaian kapal yang mampu menampung 1,7 barel minyak mentah tersebut bersamaan pengerjaan target pengerjaan menuju puncak produksi 165 ribu barel per hari (bph). Meski menginginkan dipercepat, namun pihaknya tetap meminta kepada kontraktornya untuk tetap mengutamakan standart keamanan (safety) sebagaimana yang yang diberlakukan ExxonMobildalam beroperasi.
“Karena bagi kami, proses dan hasil sama pentingnya,” tegas pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat ini.
Kapal FSO buatan tahun 1993 itu kabarnya masih dikonversi di Negara Singapura. Kapal tersebut sebelumnya berbendera Yunani bernama MT Chios yang kemudian berganti nama menjadi Gagak Rimang.Termasuk berklasifikasi sangat besar dengan panjang 327 meter dan memiliki bobot mati 320.000 ton. Kapal FSO itu merupakan  Kapal FSO itu merupakan bagian dari proyek Rekayasa Pengadaan dan Konstruksi (Enggineering Procurement and Constructions /EPC) 4 Banyuurip, Blok Cepu.(Roz). (roz/suko)