SuaraBanyuurip.com – Ainur Rofik
Bojonegoro – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, kekurangan stock darah. Sekarang ini, PMI Bojonegoro baru dapat memenuhi sekira 0,4 persen dari kebutuhan darah di Bojonegoro yang mencapai 1000 kantong setiap bulannya.
“Idealnya setiap kabupaten bisa memenuhi kebutuhan darah minimal 2,5% dari jumlah pendududuk,” kata Humas Unit Donor Darah Kabupaten Bojonegoro, M. Ali Safa’at.
Dia menjelaskan, rata-rata stok darah di PMI Cabang Bojonegoro hanya sekira 400 kantong setiap bulannya. Untuk memenuhi kebutuhan darah, lanjut Ali Safa’at, PMI Bojonegoro meminta bantuan kabupaten maupun kota lain seperti PMI surabaya, PMI madiun, dan juga PMI malang.
Dia mengungkapkan, kurang stok darah ini dikarenakan masyarakat masih takut untuk melakukan sakit dan kurang nyaman. Padahal, kata Ali, donor darah itu tidak sakit dan bahkan bisa sebagai medical cek kesehatan dan bisa mengetahui jenis penyakit yang berhubungan dengan darah.
“Karena itu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kita setiap saat melakukan sosialisasi tentang donor darah bekersama dengan para komunitas, organisasi dan semua elemen masyarakat. Agar kebutuhan darah bisa  tercukupi,” pungkas Ali.(rof/suko)