SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ribuan orang dari keluarga jamaah haji asal Tuban, Jawa Timur memadati pintu masuk Kompi Senapan C – 521 Tuban. Mereka rela berdesakan dan kepanasan demi menunggu keluarga yang selama hampir satu bulan meninggalkan mereka untuk menunaikan rukun Islam ke lima tersebut, Selasa (6/11/2012).
Akibat penumpukan warga tersebut jalan di depannya, Jalan Sunan Kalijogo, sebagai jalan jantung kota Tuban lumpuh total. Haru biru keluarga jamaah tersbeut membludak hingga ruas jalan macet total.
“Saya sudah nunggu sejak dua jam tadi, menunggu Paklek  (paman) yang datang dari Makkah hari ini,” ujar Sunarti (29), warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban, Jawa Timur.
Menurutnya, proses menunggu ini dia lakukan bersama beberapa kerabat yang lain. Selain karena rasa rindu, juga sebagai dukungan agar jamaah haji tersebut merasa senang karena banyaknya kerabat yang menunggu kepulangannya.
Selain itu, petugas kepolisian yang ada disana terlihat mengalihkan beberapa kendaraan yang berusaha melintas dijalan tersebut. Kendaraan yang melaju dari arah timur dihalau untuk melewati Jalan Pramuka dan Jalan Diponegoro, sedang kendaraan yang melaju dari arah barat diarahkan menuju Jalan Teuku Umar dan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
“Jalan macet Pak, rombongan jamaah haji hari ini pulang,” terang seorang anggota Polantas Polres Tuban kepada pengendara yang bertanya.
Diketahui, rombongan jamaah haji asal Tuban, Jawa Timur hari ini tiba di kota kelahirannya. Dari 763 jamaah haji yang berangkat sebulan lalu, diketahui dua orang jamaah haji asal Kecamatan Merakurak meninggal dunia disana, diketahui juga saat ini ada dua jamaah haji yang sakit dan masih berada di Asrama Haji Surabaya.
“Petugas kita masih mengurus kepulangan dua jamaah haji yang sakit tersebut,” ujar Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tuban, Leksono. (edp)