SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah ibu-ibu dari Desa Tasikharjo dan Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur melakukan penghadangan salah satu truck Pertamina yang akan memasuki Terminal Transit Utama (TTU) Pertamina Tanjung Awar-awar Tuban, Selasa (6/11/2012). Aksi itu sempat membuat Wakil Kepala Polres Tuban, Kompol Kuwadi berang dan menghardik para pendemo agar membubarkan diri.
“Siapa yang menghadang truck ini sekarang, akan saya amankan,” ancam Kuwadi sambil menghalau ibu-ibu yang melakukan penghadangan.
Wakapolres mengaku kecewa dengan tindakan warga yang melakukan penghadangan truk. Sebab pihaknya  telah menjajinkan untuk memfasilitasi bertemu dengan Pemkab Tuban, Kamis (8/11/2012)  mendatang. Namun warga masih belum membubarkan diri malah langsung menghadang satu truck Pertamina yang melintasi jalur desa Tasikharjo tersebut.
“Bukankah sudah saya bilang, kalau hari Kamis akan kita fasilitasi,” tambahnya masih dengan nada kesal.
Menanggapi kemarahan Wakapolres, ibu-ibu yang melakukan penghadangan itu hanya bisa diam. Beberapa masih terlihat menggerutu dan berjalan kepinggir jalan untuk berteduh dibawah tenda.
“Saya kesal demo sudah lama tapi tidak pernah diperhatikan. Malah justru sekarang dimarahi,” ujar seorang ibu dalam bahasa jawa.
Dikonfirmasi terpisah, salah satu koordinator warga, Solikin menyatakan untuk hari ini massa akan membubarkan diri dulu. Mereka lebih memilih untuk mengalah dan menyiapkan aksi lanjutan pada Kamis mendatang.
“Kita ngalah bukan berartri kalah. Tapi kita akan menyiapkan aksi untuk hari Kamis,” ujar Solikin.
Seperti diberitakan sebelumnya, massa dari Desa Remen dan Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur melakukan aksi sejak pagi tadi. Aksi yang dilakukan kesekian kali menuntut agar TTU Pertamina Tuban memberikan sejumlah kompensasi atas dampak bau busuk yang dirasakan warga. (edp/suko)