SuaraBanyuurip.com – Ririn W/Edy Purnomo
Bojonegoro – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur. Stok BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di dua kabupaten tersebut habis dikarenakan jumlah pengiriman dikurangi.
Di Kabupaten Bojonegoro misalnya, kelangkaan BBM sudah terjadi sejak Selasa (6/11/2012) kemarin hingga sekarang, Rabu (7/12/2012). Â Seperti di SPBU di Jalan Sawunggaling, Kelurahan Ngrowo dan SPBU di Desa Jetak, Kecamatan Kota Bojonegoro terlihat sepi karena stock BBM habis.
Salah satu pegawai SPBU Jetak, Saecuzhen mengatakan, kelangkaan BBM ini terjadi pada jenis premium dan Solar. Hal ini dikarenakan adanya unjuk rasa di depo Pertamina di Kabupaten Tuban.
“Katanya ada demo mbak, jadi pengiriman BBM dua hari ini berkurang. Tapi saya kurang tahu penyebab demo dan sampai kapan,” kata pria yang menjabat supervisor ini.
Dirinya menjelaskan, pada hari biasa stok pengiriman BBM tiap harinya sebanyak 3 tanki berkapasitas 24 ribu liter Premium. Namun 2 hari ini hanya satu tanki saja atau 8000 liter. Akibatnya stok BBM tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Hari ini tetap ada tapi hanya 8000 liter saja pengisiannya. Mau bagaimana lagi kita juga tidak tahu apa-apa disini,” imbuhnya.
Kelangkaan BBM juga terjadi disejumlah SPBU di Kabupaten Tuban. Sedikitnya ada 4 SPBU diwilayah Tuban pasokannya kosong. Empat SPBU itu adalah SPBU Ndasin yang ada di Jalan Tuban- Semarang, SPBU Gerdu Laut Jalan Re Martadinata, SPBU Sleko Jalan Pahlawan, dan SPBU Manunggal yang ada di Jalan Manunggal Tuban
Beberapa pegawai yang ditemui mengaku kondisi ini telah berlangsung sejak Selasa kemarin siang. Ia  mengaku, kemarin pagi melayani pembeli dengan pasokan BBM yang lama. Tapi karena pasokan lama sudah habis sehingga mereka memilih menunggu di SPBU hingga pasokan BBM yang baru tiba.
“Sejak kemarin siang kosong mas,” ujar salah satu pegawai SPBU Gerdu Laut Tuban.
Sementara itu, sejumlah pelanggan mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pasokan BBM di SPBU Tuban dan Bojonegoro segera kembali normal seperti semula sehingga tidak balik kucing seperti hari ini.
“Saya sudah keliling cari solar, dan ini SPBU ketiga mas,” kata Hananto (40), warga Kecamatan Jenu, Tuban saat ditemui disalah satu SPBU.
Senada juga dikatakan, Suwarno (30), warga Desa Jetak, Kecamatan Bojonegoro. Ia mengaku kecele saat mendatangi SPBU di Jetak karena BBM sudah habis. Dia berharap tidak kehabisan stock lagi karena sudah sejak Selasa kemarin selalu kosong. Kalaupun ada terpaksa harus mengantri hingga panjang.
“Ya saya harap tidak antri atau sampai kehabisan stok lagi karena penjual bensin eceran juga banyak yang kehabisan,”kata warga Desa Madean Kecamatan Kota ini.
Terpisah,Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bambang Suharno menjelaskan, kelangkaan BBM disejumlah SPBU di Bojonegoro ini dikarenakan pengiriman BBM mengalami pengurangan.
“Kita segera mengirim surat ke Pertamina Surabaya agar stok ditambah lagi seperti semula,†pungkasnya. (rin/edp/suko)