Terkena Flare JOB P-PEJ Lahan 12 Ha Gagal Panen

SuaraBanyuurip.comRirin W

Tuban – Lahan pertanian dengan tanaman Waluh dan Kedelai seluas 12 hektar milik warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim gagal panen. Kegagalan itu akibat terkena dampak beroperasinya ladang minyak Mudi, Blok Tuban di desa setempat.   

 Oleh karena itu operator ladang Mudi, Joint Operating Body Pertamina PetroChina Est Java (JOB P-PEJ) akan mengganti tanaman yang gagal panen tersebut. Saat ini pihak JOB P-PEJ tengah melakukan kordinasi dengan Dinas Pertanian Tuban, untuk menentukan nilai ganti rugi terhadap tanaman milik warga desa ring 1 Mudi tersebut.    

Field Admint Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut hasil penelitian sawah yang dimiliki warga sekitar Ring 1 itu mati akibat dari Iluminasi ( Efek Pencahayaan ) dari flare yang ada di sumur Mudi.

“Warga mengalami gagal panen oleh sebab itu, kami akan melakukan ganti rugi sesuai luas lahan dan hasil panen itu,” tukas Hananto kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (7/11/2012).

Dia jelaskan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban untuk melakukan penghitungan ganti rugi. Hal ini dilakukan agar JOB P-PEJ tidak dikatakan mengintervensi harga, sehingga nantinya harga yang diberikan untuk ganti rugi memang sesuai dan logis.

Baca Juga :   Usulkan Pengelolaan Sumur Tua Dibagi Sama BUMD dan KUD

“Saat ini kami masih dalam tahap koordinasi dengan instansi terkait berapa pagu harga yang ditentukan tiap hektarnya, sehingga bisa segera dicairkan,” tukasnya.

Selain itu, Hananto menekankan, tidak hanya ganti rugi saja yang akan dilakukan karena sawah warga tidak bisa memproduksi tanaman secara maksimal, namun juga memberikan CSR (Corporate Social Responbility) kepada desa sekitar Ring 1 Sumur Mudi, Desa Rahayu Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

“Sama halnya di sumur Sukowati di Kabupaten Bojonegoro yang mendapatkan dana CSR, di Kabupaten Tuban juga sama. Semuanya diprioritaskan untuk infrastruktur, kesehatan, pengembangan ekonomi, dan pendidikan,” imbuhnya. (rien/tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *