SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sekitar 200 warga Desa Tasikharjo, dan Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kembali melakukan aksi protes kepada Terminal Transit Utama (TTU) Pertamina Tuban. Kali ini aksi protes mereka lakukan di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Kamis (8/11/2012).
“Kami harap, Bapak Bupati mau mendengarkan nasib kami, karena sudah lama kami dirugikan perusahaan itu,” ujar Damuri, salah satu warga dalam orasinya.
Dia sebutkan, mereka meminta kepada Pemkab Tuban agar mau menindak pelanggaran yang telah dilakukan oleh perusahaan kepada masyarakat. Karena selama ini warga merasa dirugikan dengan bau tidak sedap dari tempat suplay BBM untuk tiga kota tersebut.
Untuk itu, warga meminta agar perusahaan mau memberikan kompensasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seperti pelayanan kesehatan gratis, pemberian bantuan beberapa bahan pokok seperti beras, gula dan meminta agar meminimalisir bau tidak sedap yang dirasakan oleh masyarakat.
Warga juga menuntut janji dari Pemkab Tuban yang pernah mengatakan keberadaan perusahaan ada di wilayah mereka demi kesejahteraan masyarakat.
“Tapi kenyataannya kami malah terganggu dengan keberadaan perusahaan tersebut,” ujar Bejo, salah satu tokoh masyarakat.
Dijadwalkan, Â setelah ini massa akan ditemui Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein, untuk dimediasi dengan beberapa perwakilan dari Pertamina yang juga akan dihadirkan siang ini. (edp)