Angka Golput di Blok Cepu Capai 19.874 Pemilih

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 30 persen warga Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak menggunakan hak pilihnya alias golongan putih (Golput) pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Bojonegoro, Sabtu (10/11/2012). Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya golput di sentra ladang migas Blok Cepu itu adalah banyak warga yang bekerja di luar daerah.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Ngasem, Mudlofir mengatakan, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 61.054 sedikitnya 19.874 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya. Dari 146 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di wilayah Kecamatan Ngasem, rata-rata setiap TPS sebanyak 107 pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya.

”Jumlah itu termasuk di enam desa yang saat ini ikut wilayah Kecamatan Gayam,” ujar Mudlofir kepada suarabanyuurip.

Enam desa yang dimaksud itu adalah Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Begadon dan Ringintunggal.

Dia menjelaskan, banyak faktor yang membuat warga memilih golput dalam pemilihan Cabup dan Cawabup Bojonegoro tahun ini. Yaitu selain faktor lanjut usia (Lansia), juga belum maksimalnya kesadaran warga mengenai arti demokrasi.

Baca Juga :   Blora Segera Miliki Perda Konten Lokal

”Lain itu juga banyak warga yang sedang pergi kerja keluar kota,” sergahnya.

Dia berharap, tingginya angka golput ini menjadi kajian bersama sehingga dalam pemilu kedepan seperti pemilihan presiden maupun DPRD dan pilihan gubernur dapat ditekan.

“Salah satunya adalah memberikan sosialisasi tentang arti demokrasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 23 desa di wilayah Ngasem ini masing-masing desa rata-rata terdapat 6-7 TPS. (sam/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *