SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan utama menuju lapangan migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu, kondisinya memprihatinkan. Aspal disepanjang jalan itu retak dan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan.
Dari pantauan, jalan utama menuju pemboran migas yang rusak itu adalah jalan poros kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Kalitidu dengan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, sepanjang kurang lebih delapan kilo meter. Kerusakan hampir merata terjadi mulai Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu hingga Desa Gayam.
Rata-rata aspal di badan jalan itu retak dan berlubang. Kerusakan jalan itu diduga dikarenakan banyaknya mobil proyek yang lalu lalang. Sebab sekarang ini intensitas proyek Banyuurip kian tinggi. Â
Saifudin, warga Desa Gayam menuturkan, kerusakan jalan itu diperparah dengan semakin banyaknya kendaran operasional maupun mobil pengangkut alat berat yang keluar masuk proyek Banyuurip.
“Dulu sudah retak-retak dan kerowok (berlubang) tapi tidak begitu parah. Tapi sekarang malah parah retaknya,” ujarnya menerangkan.
Sebenarnya jalan tersebut sudah berulangkali ditambal sulam oleh kontraktor Mobil Cepu Limied (MCL), operator migas Blok Cepu. Namun perbaikan yang dilakukan tidak dapat bertahan lama.
“Masa punya sumber minyak jalannya jelek. khan tidak sesuai dengan nama Blok Cepu yang mendunia,” sindir Saifudin. Â
Karena itu, dia berharap, agar pemerintah daerah maupun operator migas untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Mengingat, disepanjang jalan tersebut belum ada penerangan jalan sampai sekarang. Dikhawatirkan dengan kondisi itu dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara motor.
“Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan membuat jalan lincin dan membahayakan pengguna jalan,” kata Saifudin, Selasa (13/11/2012). (sam/suko)