SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Â kembali berunjuk rasa di sumur minyak Mudi Pad B, Blok Tuban yang dikelola Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB PPEJ), Selasa (13/11/2012). Mereka menolak pengembangan sumur baru di desanya .
Alasan warga, selain takut dampak pemboran, selama ini JOBP-PEJ belum pernah mensosialisasikan pengembangan sumur Mudi kepada warga Rahayu. Â Warga yang tinggal di ring 1 itu juga menuntut agar dipekerjakan dalam kegiatan pemboran di desanya.
Dalam aksinya, sekira 30 warga memblokir pintu masuk sumur Mudi dengan keranda mayat sebagai simbol matinya hati nurani JOB-PPEJ karena dianggap tidak pernah mendengarkan dan mau mengerti kekhawatiran masyarakat. Mereka juga beroarasi sambil membawa sejumlah poster yang berisi kecaman kapada operator.
“Ini adalah aksi yang kedua kalinya. Kita menolak pengoboran sumur minyak baru karena kami takut dampak yang timbul kemudian hari,” terang koordinator warga Sukisno.
Sebab, kata Sukisno, sampai saat ini operator belum pernah mensosialisasikan rencana pemboran sumur Mudi yang ada di Desa Rahayu.
“Seharusnya ada sosialisasi dulu kepada warga, tidak langsung main bor saja,†tegas Sukisno.
Mereka juga mengancam apabila warga sekitar tidak diperkerjakan, maka semua pekerja yang berasal dari luar wilayah harus hengkang dari desanya.(edp/suko)