SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengakui jika pengelolaan Kedai Dahar Pasar Atom (Kedatom) Tuban belum maksimal. Hal ini berdampak pada sepinya pengunjung, dan belum aktifnya semua pedagang membuka lapak.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Farid Achmadi, saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (23/5/2013). Menurutnya, pengelolaan relokasi PKL di tempat tersebut membutuhkan waktu lama. Serta memerlukan beberapa langkah agar tempat tersebut ramai pembeli.
“Kita butuh proses panjang agar tempat tersebut ramai, Mas,†jelas Farid Achmadi kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia katakan, berbagai alasan PKL di tempat tersebut menutup lapaknya. Setahu dia, ada yang melapor tutup karena si suami lagi sakit, karena belum mendapat tenaga penjaga lapak, serta ada yang karena masih mengurus lapak lain di pasar atom Tuban.
“Lainnya akan kita urus pelan-pelan,†tambahnya.
Dia tambahkan, Pemkab merencanakan beberapa program lagi untuk menarik minat pengunjung. Seperti pengadaan acara hiburan rutin, agar masyarakat lebih tertarik untuk berlama-lama ditempat tersebut. Diantaranya dengan mengadakan pertunjukan musik, serta beberapa progam kesenian lain.
“Kita akan buat acara-acara di Kedatom, tujuannya agar masyarakat tertarik dan mau berkunjung,†ujarnya menambahkan.
Disinggung mengenai layanan internet gratis yang jarang bisa digunakan. Dia mengaku baru mengetahui soal ini. serta berjanji akan melakukan pengecekan kembali. Â Agar segera bisa dinikmati masyarakat.
“Kita akan lakukan pengecekan kembali,†pungkasnya. (edp)