SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Tuban – Negoisasi yang dilakukan antara warga Desa Bulurejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) belum menemukan titik temu. Buntunya perundingan terjadi lantaran pihak JOB P-PEJ belum bisa mengakomodir tuntutan warga secara langsung.
“Yang melakukan negoisasi dengan kami bukan pengambil kebijakan, sehingga tidak memiliki kapasitas untuk memutuskan,” ujar Ratno, sapaan akrab Kades Bulurejo kepada SuaraBanyuurip.com, usai pembubaran aksi unjuk rasa warga, Rabu (14/11/2012).
Ratno menjelaskan, pihak JOB P-PEJ masih akan membahasnya pada tataran manajemen. Sebab, negoisasi tersebut dilakukan dengan perwakilan perusahaan. Kendati demikian, rencananya pertemuan akan kembali dilakukan pada hari Senin (19/11/2012) mendatang.
“Untuk tempat warga sepakat pertemuan dilaksanakan di balai desa, tetapi pihak keamanan menyarankan di kantor kecamatan,” ucap Ratno.
Lebih lanjut, dia menegaskan, tuntutan tersebut tetap dipertahankan. Ada tiga tuntutan dalam aksi unjuk rasa tersebut, yakni pemberian kompensasi Rp50 ribu per kepala setiap bulan, pengobatan gratis, dan pengadaan air bersih.
Sementara itu dari dari Pemdes Bulurejo menyebut, saat ini desa ini terdapat 1.356 Kepala Keluarga (KK) dengan empat dusun. Diantaranya, Semutan, Mejeruk, Bulu, dan Boreng.
Situasi terakhir, jalan akses ke Well Pad C dinyatkan sudah kondusif, setelah sebelumnya warga sempat mengancam akan memblokirnya. (roz/tbu)