Keuntungan PI Blok Cepu 2019 untuk Bojonegoro Turun, Anggaran CSR Meningkat

21854

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Dividen (keuntungan) yang diterima PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur dari pengelolaan penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu tahun 2019 menurun dibanding 2018 lalu. Namun jumlah alokasi anggaran untuk tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) meningkat dibanding sebelumnya.

PT ADS mendapat keuntungan dari PI Blok Cepu tahun 2019 sebesar US$ 7,5 juta atau setara Rp 106.500.000.000 (dengan kurs dollar Rp14.200). Sedangkan keuntungan didapat tahun 2018 sebesar Rp US$ 8.348.916,77, atau setara Rp 122 miliar lebih.

Sementara keuntungan yang diperoleh mitranya, PT Surya Energi Raya (SER)  juga mengalami penurunan. Dari US$ 25.046.750,32 atau setara Rp 364.641.867.511 pada 2018, turun menjadi  US$ 22 juta atau Rp312.400.000 di tahun 2019.

Pembagian keuntungan ini berdasarkan prosentase bagi hasil dalam saham Seri B yang disepakati dalam perjanjian kerja sama antara PT ADS dengan PT SER yakni 25% : 75%.

Pembagian keuntungan ini dilaksanakan pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun 2019 secara virtual, Selasa (12/1/2020).

Baca Juga :   Pengeboran Air Tanah PPGJ Ditolak Warga

“Dividen tahun 2019 menurun 10%. Tapi kabar baiknya anggaran untuk CSR yang disepakati dalam RUPS 2019 tadi meningkat dari sebelumnya 1% menjadi 2,5%,” ujar Presiden Direktur PT ADS, Lalu M Syahril Majidi saat Jengker Bareng Sambung Silaturahmi bersama sejumlah media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di salah satu restauran di Jalan Untung Suropati, Selasa (12/1/2021) sore.

Syahril, panggilan akrabnya, mengatakan, 2,5% anggaran CSR yang disepakati sebanyak Rp 11 miliar dari total keuntungan 2019. Sedangkan tahun 2018 lalu jumlahnya sekitar Rp 5 miliar. Jika ditotal jumlah anggaran CSR sekitar Rp16 miliar.

“Untuk total laba ADS tahun 2019 sebesar US$ 31.167.000. Dari laba itu sekitar US$ 30.250.000 yang dibagi,” tegas pria asli Lombok, Nusa Tenggara Barat itu.

Syahril menjelaskan, menurunnya keuntungan yang diperoleh PT ADS tahun 2019 ini disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) tahun 2019 turun 8% dibanding 2018, terjadi cost recovery lebih tinggi dibanding 2018 sehingga bagian lifting ADS menjadi menurun.

Baca Juga :   Sebut Tidak Ada Kerugian di Pemdes

“Faktor yang menentukan pendapatan ADS dalam kerja sama PI Blok Cepu adalah harga minyak, dan bagian lifting,” tandas ahli keungan yang lama berkecimpung di perusahaan di bursa efek ini.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri meminta kepada PT ADS untuk mempublish laporan keuangannya ke publik sebagai bentuk transparansi BUMD. Tujuannya agar masyarakat mengetahui kinerja perusahaan.

“Ini sesuai amanat PP 54 Tahun 2017 tentang BUMD,” tegasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, berdasarkan PP 54/2017 pasal 97 ayat 6 disebutkan direksi mempublikasikan laporan tahunan kepada masyarakat paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disahkan oleh KPM atau RUPS.

“Laporan tahunan itu salah satunya adalah laporan keuangan BUMD. Jadi direksi wajib mempublikasikan kepada publik. Karena ini perintah PP,” tandas Lasuri.(suko)




»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *