SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro- Aktivitas mobil tangki minyak milik PT Pertamina EP, pengelola sumur migas Tiung Biru (TBR)-A, B, dan C, Blok Gundih di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa-Timur dalam mengangkut migas dari lokasi TBR-A terhenti sejak Senin (11/11/2012) lalu.
Penghentikan armada itu dilakukan setelah dihadang warga yang melarang tangki tersebut masuk lokasi TBR. Aksi tersebut dipantik janji dari Pertamina yang akan melibatkan warga untuk pengangkutan namun belum terealisasi. Warga menuntut hal itu karena merasa dilindungi Perda 23/2011 tentang Konten Lokal.
Informasi yang dikumpulkan SuaraBanyuurip.com dari sekitar lokasi TBR menyebut, terhentinya aktivitas pengangkutan migas itu lantaran mobil tangki pengangkut migas yang sedianya dibawa ke wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa-Tengah tidak diperbolehkan masuk lokasi oleh warga sekitar.
Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Sugianto, menyatakan, aksi warga sebenarnya telah terjadi sejak Senin (11/11/2012) lalu akibat tuntutan sesuai janji Pertamina yang tak kunjung dilaksakan. “Kalau janji Pertamina EP tidak diwujudkan mobil tangki juga tidak boleh masuk lokasi TBR-A, mengambil minyak untuk dibawa ke Cepu,” kata Sugianto, Rabu (14/11/2012).
Dia mengaku, sebelum Pertamina menempati janjinya yang sudah disepakati bersama hitam di atas putih, dan disaksikan Muspika Tambakrejo-Purwosari awal bulan November 2012 lalu. Jika Pertamina EP memaksa mengangkut jangan salahkan warga. Karena, warga akan melakukan pemblokiran jalan mulai Purwosari hingga lokasi.
“Untuk pengerahan massa, saya sudah koordinasi dengan tokoh masyarakat mulai Desa Purwosari, Kuniran, Kecamatan Purwosari dan warga desa sekitar lokasi TBR,” ancam Sugianto yang biasa disapa Kidin tersebut.
Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pertamina EP, Tiara, menyatakan, Pertamina sudah mulai melakukan koordinasi dengan warga sekitar lokasi berkaitan road tangki lokal tersebut.
“Saat ini kami masih mengkoordinasikan mengenai kesiapan road tangk lokal dari desa untuk mendukung kegiatan eksplorasi lanjutan ini,” ungkap Tiara melalui pesan pendek yang diterima SuaraBanyuurip.com, Rabu (14/11/2012). (sam/tbu)