SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pipa saluran air milik instalansi unit perusahaan Petrokimia Gresik di Desa Terpan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sejak bertahun-tahun telah menjadi tempat favorit bagi pasangan berlainan jenis untuk memadu kasih. Sebab tempat tersebut sepi dan dipenuhi rerimbunan pepohonan.
Dari pantauan SuaraBanyuurip, hampir setiap hari di sepanjang saluran pipa air banyak ditemui pasangan yang rata-rata masih pelajar sedang berpacaran. Pasangan tersebut tidak segan-segan berpelukan bahkan berciuman diatas motor ataupun duduk diatas pipa.
Mereka leluasa melakukan itu karena disepanjang jalur saluran pipa di wilayah itu tidak ada bangunan rumah. Melainkan hamparan persawahan. Padahal wilayah saluran pipa itu merupakan jalan poros desa yang menghubungkan desa Terpan – dimana perusahaan Instalansi pengelolaan air ini berada-, menuju desa Plaosan dan Kecamatan Babat.
Bagi warga Desa Tapen, pemandangan orang pacaran di saluran air milik Petrokimia Gresik di siang hari itu sudah lazim dijumpai. Â Baik itu orang dewasa maupun pelajar yang masih menggunakan berseragam sekolah.
Namun, yang lebih memprihatinkan, jika malam hari sepanjang jalur pipa tak jarang digunakan sebagai tempat mengumbar birahi. Banyak pasangan yang sengaja memilih tempat tersebut untuk menuntaskan shawat.
 “Kalau pagi disini banyak ditemui lembaran koran, bahkan ceceran kondom. “ ujar Widodo (29 tahun) warga Plaosan, Kecamatan Babat.
Menurut Widodo,  sudah sering warga setempat mempergoki pasangan berlainan jenis yang melakukan hubungan intim. Biasanya mereka melakukan perbuatan terlarang itu diatas sepeda motor, dibawah pipa, direrimbunan pohon dengan alas koran atau tikar yang sengaja dibawa dari rumah.
Sebenarnya dilokasi tersebut sudah pernah dilakukan razia baik dari dinas Satpol PP Kecamatan, Polsek Babat maupun Karang Taruna desa Plaosan dibantu aliansi masyarakat Plaosan.
â€Pernah juga ada pasangan muda-mudi yang tertangkap basah sedang berhubungan intim. Kemudian dibawa kekantor Kecamatan. Namun tidak ada sangsi tegas. Petugas hanya memanggil orang tua pasangan remaja tersebut dan diperingatkan. “ ujar Widodo.
Dia menjelaskan, razia yang dilakukan petugas sebenarnya cukup ampuh. Sebab pasca razia tidak ada lagi pasangan muda-mudi yang memanfaatkan saluran pipa air Petrokimia untuk memadu kasih. Namun dalam perjalanannya, karena tidak ada kontinuitas dari aparat terkait, banyak pasangan yang kembali memadu birahi di tempat tersebut.
“Apalagi sejak adanya agrobis yang malam hari selalu ramai. Biasanya setelah datang ke agrobis banyak pasangan yang memilih tempat ini untuk menyalurkan birahi. “ ujar Widodo dengan nada prihatin.(tok/suko)