Polres Tuban dapat Kiriman Mayat

kiriman mayat

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Markas Polisi Resort (Mapolres) Tuban, Jawa Timur digemparkan dengan kiriman mayat yang dibawa mobil travel nopol B 7361 II jurusan Jakarta – Bima, Kamis (15/11/2012). Mayat yang di identitasnya diketahui bernama Safrudin, (41), asal Jalan Budi Mulia, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara itu dibawa Arief Hermansyah, sopir travel bersama beberapa penumpang lainnya.

Tewasnya Safrudin diketahui pertama kali oleh beberapa penumpang saat masih berada diwilayah Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Saat itu, semua penumpang yang ada didalam mobil berhenti sambil beristirahat disebuah warung makan. Tapi saat akan melanjutkan perjalanan, Safruddin diketahui sudah dalam keadaan tergelak tak bernyawa  didalam mobil.

“Saat itu semua penumpang kaget, karena tiba-tiba melihat dia sudah tergelak didalam mobil,” ujar sopir travel Arief.

Melihat itu, Arief dibantu beberapa penumpang langsung mengangkat Safruddin kedalam mobil kemudian langsung membawanya ke Polsek Sarang.  Namun oleh Polsek Sarang disarankan untuk dibawa langsung ke Puskesmas setempat.

Baca Juga :   Operator Migas Diminta Bangun Traffic Light

“Dari Puskesmas Sarang, kita disarankan untuk langsung dibawa ke RS yang ada di Tuban. Tapi sebelum ke RS kita laporkan dulu kejadian ini ke Polres Tuban,” tambahnya.

Mendapat kiriman mayat, petugas langsung melakukan identifikasi jenazah. Selain itu petugas juga menemukan beberapa obat-obatan, seperti obat asma cair, balsem, dan obat dalam kemasan botol. Sejumlah saksi yang berada dalam mobil juga diperiksa polisi untuk dimintai keterangan.

“Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit,” ujar Kasat Reskrim Polres Tuban, Ajun Komisaris Polisi Kristanto.

Saat ini, Jenazah berada di RSUD Dr R Koesma Tuban untuk mendapatkan visum. Untuk diketahui, Safruddin bersama beberapa penumpang lain bermaksud untuk pulang kekampung halaman yang ada di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Beberapa penumpang mengaku, sebelum Safruddin meninggal sempat mengeluh badannya sakit, dan akan berobat ketika tiba dikampung halaman. (edp/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *