SuaraBanyuurip.com –Edy Purnomo
Tuban – Bagi pengendara yang akan melintasi kota Tuban, Jawa Timur disarankan untuk tidak memasuki jalan-jalan yang ada di pusat kota, khususnya beberapa akses jalan kota menuju alun-alun dan kompleks pemakaman Sunan Bonang, Kamis (15/11/2012). Sebab sekarang ini, ruas jalan di kawasan kota telah terjadi kepadatan arus lalu lintas karena banyaknya kendaraan para peziarah yang ingin mengikuti Haul Sunan Bonang (HSB).
Dari pantauan, beberapa jalan akses menuju pusat kota dan kompleks pemakaman ditutup dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Diantaranya adalah Jalan KH Mustain, Jalan Sunan Bonang, Jalan Veteran, dan Jalan RM Suryo.Â
Beberapa jalan lain seperti Jalan Pemuda, saat ini dipergunakan sebagai sarana parkir kendaraan roda dua. Sedang untuk kendaraan roda empat yang mengangkut rombongan diketahui diarahkan di Terminal wisata Sunan Bonang dan area Jalan Pahlawan untuk parkir.
Untuk mengatur kelancaran lalu lintas sejumlah petugas juga disiagakan di Jalur Pantai Utara (Pantura) tepatnya dikawasan Panglima Sudirman (utara alun-alun). Para petugas itu membantu menyeberangkan peziarah guna menghindari kemacetan di jalur nasional tersebut.
“Kalau memang tidak ada kepentingan untuk berziarah, kita sarankan untuk melewati jalur-jalur yang ada diluar (Pantura) saat melintas di Tuban,” terang Kabag Ops Polres Tuban Komisaris Polisi (Kompol) Suhartono.
Hal ini dilakukan untuk menghindari terjebaknya kemacetan di wilayah kota. Karena saat ini ribuan peziarah sudah memadati area kompleks pemakaman yang berada ditengah Kota Tuban.
“Kalau kendaraan sampai masuk akses pusat kota, dipastikan akan sulit sekali untuk keluar,” tambah Suhartono.
Diketahui, ribuan peziarah dari beberapa kota mulai memadati area kompleks makam Sunan Bonang. Mereka datang untuk mengikuti Haul Sunan Bonang (HSB) yang akan diadakan nanti malam. (edp/suko)