Polisi Buru Pembunuh Bayi

Bayi dibuang

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Kepolisian Resor (Polres) Blora, Jawa Tengah, sedang memburu pelaku pembunuhan bayi perempuan yang ditemukan warga Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban, di bantaran sungai desa setempat pada Selasa (27/12/2016) sore kemarin.

“Saat ini kami masih memburu pelakunya. Penyelidikan masih jalan dengan menggali data,” kata Kapolsek Kedungtuban, AKP Sugiharto, Rabu (28/12/2016).

Dalam pengumpulan data tersebut, pihak kepolisian bekerja sama dengan bidan untuk mencari tahu warga yang belakangan ini sedang hamil tua.

“Biasanya, bidan punya data dan mengetahui. Karena pada umumnya wanita yang sedang hamil datang ke bidan untuk memeriksakan kondisi kehamilannya,” jelasnya.

Polisi menduga ada dua kemungkinan cara pelaku membuang bayi tersebut. Yakni dengan dialirkan dari hulu atau dibuang di tempat yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun dari pantauan pihak kepolisian kondisi cuaca sepekan ini tidak terjadi hujan deras sehingga aliran air sungai tidak begitu deras. Apalagi mengalirnya air di sungai hanya pada waktu hujan.

Baca Juga :   Rumah Sakit Jangan Beda-bedakan Pasien

“Aliran air seminggu belakangan ini cenderung tenang,” terangnya.

Tim Polres Blora sendiri mengaku telah mengambil sampel anggota tubuh bayi untuk dilakukan tes DNA.

“Itu sebagai langkah terakhir jika dalam penyelidikan belum membuahkan hasil,” ucapnya.

Akibat perbuatan ini pelaku bisa terancam hukuman 20 tahun penjara karena menghilangkan nyawa.

“Terlebih saat ini telah ada Undang-undang perlindungan anak,” tegasnya.

Untuk diketahui, seorang bayi perempuan yang baru lahir ditemukan di Kali Dong Sumur, Desa Tanjung, oleh Krisna (14) warga setempat, saat sedang memancing.

Sebelumnya, dia mengira mayat bayi tersebut adalah boneka. Namun Setelah didekati ternyata mayat seorang bayi dengan ukuran panjang 51cm dan berat 3,7 kg. Diperkirakan, bayi tersebut dibuang 5 hari lalu dilihat dari kondisi mayat yang sudah membusuk dan terdapat belatung.

Dari hasil pemeriksaan Polsek Kedungtuban, mayat tersebut diduga korban pembunuhan oleh orang tuanya sendiri. Dibuktikan dengan ditemukannya potongan kain yang menjerat leher bayi dan tali pusar masih menempel. Usai divisum di puskesmas, mayat bayi dimakamkan di Desa Tanjung. (ams)

Baca Juga :   Nasib Warga Ngelo Belum Jelas, Gus Ris Minta BBWS Evaluasi Bendungan Karangnongko

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *